Opini

10 November Hari Pahlawan? Harusnya Setiap Hari Itu Hari Pahlawan

Oleh : M. Fatahillah Hilmy

Barang kali sudah kita tahu bahwa hari mengenang para pahlawan ditetapkan pada tanggal 10 November pada setiap tahunnya. Dalam hal ini peristiwa pertempuran hebat di Surabaya pada 10 November 1945 yaitu antara para pemuda Surabaya melawan pasukan NICA yang diboncengi oleh Belanda, kejadian ini memakan korban sekitar 6000 pejuang Indonesia, meski ada juga peristiwa lain seperti Bandung Lautan Api dan peristiwa lainnya yang serupa. akan tetapi hal itu semestinya tidak kita amini begitu saja, perlu ada sebuah hari peringatan serentak sebagai hari mengenang jasa para pahlawan.

Terlepas dari itu, kita juga juga perlu menanamkan bahwa tidak hanya pada tanggal 10 November hari pahlawan itu terjadi. Semangat perjuangan harusnya kita tanamkan setiap hari, bahkan setiap detik dan hembusan nafas perlu kita tanamkan kesadaran bahwa jasa pahlawan merupakan manifestasi dari lahirnya sebuah kemerdekaan Indonesia yang katanya sudah berlangsung 72 tahun lamanya.

Coba kita lihat kembali sejarah yang tersirat, tidak ada hentinya perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan Indonesia dari para tirani colonial pada saat itu, seperti Laksamana Malahayati yang baru saja kemaren dikukuhkan sebagai salah satu pahlawan Indonesia, Laksamana Malahayati merupakan satu-satunya Laksamana perempuan, tidak hanya di Indonesia melainkan di Dunia, ia memimpin para pasukannya yang dalam hal ini kebanyakan merupakan pasukan janda dari daerah Aceh yang mampu mengalahkan pasukan Belanda pada tahun 1559, serta memaksa Armada Laut Portugis untuk mundur pada tahun 1606, dalam hal ini Laksamana Malahayati bekerjasama dengan Sultan Iskandar Muda.

Di Kepulauan Riau lahir nama Sultan Mahmud Riayat Syah yang pada masanya ia mampu mengalahkan pasukan Belanda yang mencoba menanamkan pengaruhnya di Riau.Dan pada sejarahnya Di tanah Jawa ada juga yang sudah tidak asing lagi di kepala kita yaitu kisah perang Diponegoro. Perang ini merupakan perang besar yang terjadi di Jawa dan berlangsung kira-kira selam 5 tahun (1825-1830) antara Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock melawan orang pribumi di bawah pimpinan seorang Yogyakarta yaitu Pangeran Diponegro.(dikutip dari kompasnia “Sejarah Para Pahlawan Indonesia”edisi September 2017)

Di Kalimantan ada nama Abdul Kadir, ia merupakan raden tumagung dari Raja Sitang dan berstatus sebagai pasukan pahlawan dilain sisi sekaligus sebagai pimpinan pemerintahan yang diberikan oleh pemerintahan Belanda kala itu. Memanfaatkan posisinya, ia mampu memberikan berbagai informasi penting kepada para pejuang tentang strategi serangan Belanda, berdampak sering terjadi kekalahan yang dialami oleh Belanda. Peran penting sekaligus berbahaya ini dilakukan oleh Abdul Kadir sekitar tahun 1868-1875.

Beberapa gambaran peristiwa perjuangan di atas merupakan beberapa cerminan dari masa ke-masa bahwa semangat para pahalwan tidak pernah pudar dalam memperjuangkan hal yang sama yaitu kemerdekaan. Tidak terhitung jumlahnya, berapa banyak jasad para pahlawan yang tergeletak akibat kobaran semangat perjuangan melawan penjajahan, sehingga lahirnya kemerdekaan yang kita rasakan sudah 72 tahun lamanya ini.

Kemerdekaan adalah sebuah peristiwa yang merupakan tanda dari lahirnya kebebasan bangsa Indonesia. Lahirnya hari pahlawan adalah sebuah simbol untuk anak bangsa, untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan, kaum muda dalam hal ini tidak boleh terjebak akan uforia 10 November, tanamkan pada diri kalian bahwa di setiap waktu yang kalian lewati adalah dimana hari pahlawan itu selalu terjadi.

Hal itulah yang akan memicu lahirnya semangat baru untuk membawa bangsa ini kepada bangsa yang lebih maju. Karena dalam perkembangannya pemuda merupakan tumpuan terbesar bangsa untuk mengembangkan ide-ide, wawasan-wawasan serta gagasan-gagasan keilmuan yang mampu menunjang kemajuan bangsa, kemajaun bangsa tidak akan pernah terlepas dari jasa-jasa para pahlawan, akan tetapi jika generasi penerusnya tetap mampu menajaga nilai-nilai yang lebih dahulu. Diperjuangkan oleh pendahulu atau sebelumnya, maka dari itu sekali lagi perlu kita tanamkan dalam-dalam di hati kita, bahwa memperingati hari pahlawa tidak melulu pada 10 November saja, setiap hari kita boleh mengenang para pahlawan, mengatakan bahwa hari ini adalah hari pahlawan, dan memulai untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta memperluas wawasan untuk meneruskan perjuangan pahalawan untuk kemajuan bangsa Indonesia serta menjaga keutuhan NKRI.

Popular

To Top