21 DPD Partai Golkar Mendesak untuk Segera Diadakan Munaslub Untuk Menganti Setnov

170
setnov sebuah fenomena
Sumber : celebes-news.com

Yogyakarta,SERIKATNEWS.COM-Ketua Dewan Pertimbangan DPD I Partai Golkar DIY Gandung Pardiman dalam jumpa persnya mengatakan bahwa sebanyak 21 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tingkat I Partai Golkar ingin segera melakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dengan agenda untuk mencari pengganti Setya Novanto yang saat ini bermasalah dengan KPK karena skandal korupsi KTP Elektronik.

“Melalui Tri Karya, yaitu gabungan dari Ormas SOKSI, MKGR, dan Kosgoro Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami telah berkomunikasi dengan Pengurus DPD I se-Indonesia yang hasilnya 21 DPD I mendukung Munaslub, 11 abu-abu dan satu DPD I secara tegas menolak Munaslub,” kata Gandung ketika menggelar jumpa pers di Imogiri Bantul, Minggu (19/11/17).

Menurut Gandung, meskipun saat ini posisi Setya Novanto sebagai ketua umum Partai Golkar sudah dipasrahkan ke pelaksana tugas harian (Plt) tetap menimbulkan masalah. Karena calon yang didukung partai berlambang beringin tersebut pada Pilkada Tahun 2018 tetap harus ditandatangani oleh ketua umum dan sekretaris jenderal partai. Sedangkan saat sekarang kasus korupsi KTP Elektronik yang menimpa Setya Novanto sudah menemui titik terang, yaitu Setya Novanto sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dan secara otomatis Setya Novanto akan berada dalam masa tahanan.

Gandung melanjutkan, agenda Munaslub nantinya bukan hanya mengganti posisi Setya Novanto sebagai ketua umum Partai Golkar. Akan tetapi juga untuk memperbaiki elektabilitas partai. Karena menurut survey terakhir, elektabilitas Partai Golkar hanya 6% di mata publik. Salah satunya karena karena skandal korupsi KTP Elektronik yang menjerat Setya Novanto sebagai ketua umum partai, juga di diperparah oleh drama ‘tiang listrik’ beberapa hari yang lalu.

Dirinya bersama ke 21 DPD I yang ingin menggelar Munaslub hanya mempunyai satu tujuan, yaitu menyelamatkan Partai Golkar dari citra buruk. Dan lebih mengutamakan kepentingan bersama, yaitu memperjuangkan rakyat dari pada hanya kepentingan pribadi. (Syauqi)

Baca Juga:  Pupuk Subsidi Langka, Ketua HKTI Jatim Desak PT Petrokimia