Olahraga

Alasan Liga Inggris (Masih) Menjadi Liga Yang Paling Layak Ditonton

(Ilustrasi/Istimewa)

Banyak liga-liga sepakbola dunia meng-klaim diri sebagai liga yang terbaik didunia, sebut saja Serie A Italia, LaLiga Spanyol ataupun Bundesliga Jerman, namun Liga Inggris atau yang lebih dikenal dengan Barclays Premier League tidak bisa dipungkiri memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki oleh liga-liga dunia lainnya.

Pasca hukuman 5 tahun yang dijatuhkan kepada klub-klub Inggris akibat Tragedi Heysel ditahun 1985, tampak jelas Football Association (FA) sebagai PSSInya Inggris melakukan banyak sekali perbaikan disana-sini. Dan hasilnya terlihat jelas dalam kurun waktu 10 – 20 tahun terakhir, Liga Inggris kembali meraup penonton terbanyak didunia, tercatat 35 jutaan pasang mata menyasikan Liga Inggris disetiap pertandingannya. Sebenarnya apa yang membuat begitu banyaknya penonton Liga Inggris ini? Berikut fakta-fakta yang ada

Persaingan Antar klub

Perubahan aturan yang diterapkan oleh FA sangat berpengaruh terhadap kompetisi yang berlangsung di BPL, aturan transfer yang diberlakukan membuat semua tim yang terlibat bisa membeli pemain manapun yang dibutuhkan tim tersebut. Hal tersebut tentu membuat persaingan di papan atas, tengah maupun bawah sangatlah keras.Bagaimana kita melihat Tim seperti Southampton dapat mengalahkan Liverpool di Anfield, yang selama ini dikenal dengan stadion yang angker bagi lawan, atau Everton dan Newcastle United yang juga bisa mengalahkan Manchester United di Old Trafford, atau Stoke City yang bisa mengalahkan tim kaya Chelsea, kejadian yang sudah lama tidak terjadi sebelumnya. Hal ini menggambarkan semakin redupnya julukan Tim kuat atau tim lemah disana, semua semakin sulit diprediksi.

Baca Juga: Jokowi Sang Heavy Metal Presiden dan Sepak Bola Heavy Metal ala Jurgen Klopp

Kita bisa membandingkan dengan La Liga Spanyol, liga ini sendiri masih didominasi oleh 2 klub, Barcelona dan Real Madrid dan beberapa tim seperti Atletico Madrid yang berpotensi mengganggu. Namun jomplangnya keuangan 2 tim besar tadi dengan tim-tim lainnya tentu sangat berpengaruh terhadap kemampuan membeli pemain. Atau kita bisa melihat terlalu dominannya Bayern Munchen di Bundesliga, sehingga mereka hanya perlu fokus tidak tergelincir sehingga disalip oleh pesaing terdekat Borusia Dortmund saja.

Yang menjadi pesaing Liga Inggris dalam kuatnya persaingan antar klub hanyalah Serie A Italia, Kedigdayaan Juventus atau AC Milan akhir-akhir ini mulai diganggu dengan banyak tim traditional seperti Napoli, AS Roma, Intermilan hingga Lazio yang menunjukan peningkatan permainan yang cukup tajam dari tahun-tahun sebelumnya. Namun hantu Caciopoli masih menjadi momok menakutkan di liga tersebut sehingga mengurangi daya tariknya.

Banyaknya Bintang Dunia dan Pelatih-pelatih kelas Dunia Yang ada di Liga Inggris

Klub-klub sepakbola di Eropa memang berusaha mendapatkan pemain-pemain bintang, namun Liga Inggris masih menjadi primadona dan tujuan dari pemain-pemain tadi. Kita bisa menyaksikan bagaimana Chelsea atau ManchesterCity yang prestasinya langsung melejit setelah membeli pemain-pemain bintang, Memang beberapa klub di Serie A, Laliga maupun Bundesliga bahkan Liga 1 Perancis juga tidak mau kalah dalam merekrut pemain bintang, namun d iLiga Inggris, kemampuan membeli pemaain bintang tidak hanya dimiliki oleh 1atau 2 klub saja, melainkan banyak klub, sehingga kekuatan lebih merata di tim-tim peserta Liga Inggris dibanding dengan liga-liga lainnya. Dan ini juga yang membuat persaingan semakin menarik untuk disaksikan.  Demikian pula di kursi manager atau pelatih, bisa kita sebut selain Arsene Wenger dan Jose Mourinho, kini liga Inggris juga ada manajer-manajer top seperti Pep Guardiola, Antonio Conte, Jurgen Klopp, yang membuat pelatih seperti David Moyes, Big Sam tergusur ke tim-tim papan tengah.

Bentuk Stadion

Stadion-stadion di Inggris Tidak memiliki jarak antara lapangan sepak bola dengan penontonnya, meski kapasitas penonton relative tidak sebesar stadion-stadion yang ada di Italia, Spanyol ataupun Jerman,  namun karena tidak adanya jarak tersebut membuat penonton khususnya fans merasa lebih dekat dengan para pemainnya. Saat merayakan selebrasi, sang pemain dengan bebas bisa memeluk penggemarnya. Hal ini membuat lebih ada ikatan emosional didalam stadion, yang tentu berdampak pada pemirsa televisi. Kedekatan dengan bangku penonton tersebut membuat pemirsa televisi begitu merasakan atmosfer stadion dimana pertandingan berlangsung. Kita bisa mendengarkan chant (nyanyian) dukungan fans distadion lebih jelas dibandingkan Liga-liga lainnya yang stadionnya memiliki jarak antara lapangan dengan bangku penonton.

Jam Tayang

FA begitu cerdik dalam melihat pasar, Asia merupakan pasar potensial untuk sepakbola, sehingga dengan berani FA menyesuaikan jadwal pertandingan dengan pasar Asia. Tidak jarang pertandingan Liga Inggris, terlebihpertandingan yang dibilang “Bigmatch” dimainkan siang bolong waktu setempat sehingga pertandingan tersebut bisa dinikmati oleh penggemar di Asia tidakterlalu malam.

Italia maupun Spanyol memang mencoba mengikuti cara ini, namun pertandingan yang dimainkan masih sangat terbatas, dan masih lebih banyak pertandingan yang dimainkan malam hari waktu setempat atau dini hari waktu Asia, sementara Liga Inggris sudah selangkah didepan untuk hal ini.

Kualitas TayanganTelevisi

Hal ini menjadi factor kunci terakhir. Tayangan televisi Liga Inggris dilakukan dengan sangat professional, bayangkan untuk setiap pertandingan, disiapkan lebih dari 40 Kamera yang siap melayani pemirsa dari berbagai macam angle. Jarang sekali kita menemukan tayangan pertandingan yang “Kehilangan momentumnya” saat menyaksikan pertandingan Liga Inggris. Hampir setiap momen 90 menit pertandingan terekam dengan jelas. Ditambah kualitas gambar yang disajikan sangat baik, mulai dari pencahayaan maupun  pemilihan angel replay dan juga lainnya. Bisa kita bandingkan dengan tayangan Serie A misalnya, pengambilan angel yang terlaluj auh dan pencahayaan yang terlalu gelap mengurangi daya tarik dalam menontonnya (namun entah kenapa, tayangan pertandingan Timnas Indonesia malah meniru cara tayangan Serie A)

Pemerhati Politik dan Sepak Bola,
Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) 2016-sekarang,
Aktivis Rumah Gerakan 98

Popular

To Top