“Apabila Penculik Diberikan Kekuasaan Negara, Dia Pasti Akan Mengulang Kebiadaban dalam Skala Lebih Luas”

1568

Kalimat di atas bukan dikatakan oleh Munir atau Adian Napitupulu atau aktivis pergerakan lainnya. Tapi diteriakkan oleh AMIEN RAIS sekitar 20 tahun lalu di Jakarta. Waktu itu posisi politik Amien Rais masih berseberangan dengan Prabowo Subianto yang waktu itu masih dianggap representasi kekuatan politik mantan mertuanya Soeharto.

Sebelumnya Amien Rais juga pernah mengeluarkan pernyataan keras :
Mahkamah militer buat Prabowo adalah sebuah keharusan. Kalau tidak, saya khawatir citra ABRI akan terpuruk di mata rakyat. ABRI sekarang sedang coreng-moreng karena peristiwa Aceh, Trisakti, penjarahan, pemerkosaan, dan lain-lain. Jadi supaya tidak berlarut-larut, sebaiknya pimpinan ABRI membawa Prabowo dan teman-temannya ke Mahmilub, terbuka untuk publik,” kata Amien, sebagaimana dikutip Kompas (26/8/1998).

Ada lagi kutipan pernyataan keras Amien Rais tentang Prabowo pada suatu acara yang diselenggarakan YLBHI :
Kita harus terus menuntut supaya Pangab Wiranto dan Presiden Habibie mengajukan Prabowo ke Mahmil untuk mencapai kejelasan nasib 14 orang. Bila mereka sudah sampai dilenyapkan nyawanya, maka siapa yang melenyapkan, dalang dan aktornya, harus dijelaskan kepada seluruh bangsa dengan sejelas-jelasnya“, kata Amien Rais, seperti dikutip Kompas (16/9/1998).

Tapi kutipan-kutipan di atas adalah hanya cerita masa dulu saat Amien Rais masih waras dan masih merasa punya taring dan nyali untuk bersuara keras. Namun sekarang taringnya sudah ompong dan suara kebenaran dari hatinya sudah menguap entah kemana. Saat ini yang dilakukan justru hanya menyebarkan fitnah dan HOAX serta menjadi pembela utama Prabowo Subianto orang yang pernah diminta ditenggelamkan ke dalam penjara Mahkamah Militer Luar Biasa. Sekarang, dimana-mana di memuji-muji Prabowo setinggi langit.

Pernyataan-pernyataan Amien Rais antara tahun 1998 dan sekarang sangat bertolak belakang. Suatu perubahan sikap yang drastis 180°. Sebuah INKONSISTENSI dalam bersikap dari seseorang yang tidak pantas dijadikan panutan dalam bentuk apapun.

Baca Juga:  Swing Voters Ancaman Kemenangan Jokowi Di Pilpres 2019

Mungkin juga sifat asli Amien Rais adalah seorang PRAGMATIS A-NASIONALIS. Apapun yang dia lakukan hanya didasarkan kebutuhan pribadi dan kelompoknya sesaat, bukan untuk kepentingan negara atau bangsa. Dan Amien Rais memang manusia tipikal yang plin-plan alias plintat-plintut. Dia akan akan mengikuti kemana arah angin bertiup. Walaupun kenyataannya dia sering salah memprediksi arah angin. Namun kita bisa memetik hal-hal menarik dari sosok Amien Rais melalui berbagai pernyataan yang penuh kontroversi :

PERTAMA :
Menjadi pemimpin nasional yang berintegritas dan terpercaya itu membutuhkan sikap AMANAH dan KONSISTEN dari waktu ke waktu. Dan hal ini jelas TIDAK DIMILIKI oleh seorang Amien Rais.

KEDUA :
Dengan mendukung Prabowo Subianto yang notabene mempunyai rekam jejak terbukti sebagai otak kejahatan penculikan beberapa aktivis, Amien Rais telah MEMANIPULASI sejarah kemanusiaan di Indonesia. Amien Rais telah berusaha membelokkan arah sejarah tentang kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan oleh Prabowo Subianto 20 tahun lalu.

KETIGA :
Amien Rais juga telah melakukan kebohongan publik karena berusaha menutupi kebenaran sejarah tentang apa yang telah dilakukan Prabowo Subianto kepada bangsa ini. Dulu Amien Rais bilang apa yang dilakukan Prabowo adalah pidana murni dan kejahatan HAM berat. Tapi sekarang Amien Rais justru mendukung “Pelaku Kejahatan HAM berat” tersebut menjadi penguasa negeri ini. Dimana tanggung jawab moral seorang Amien Rais ???

Jadi dapat disimpulkan betapa bahayanya apabila negeri ini dikuasai oleh kelompok manusia seperti Amien Rais dan sosok seperti seorang Prabowo Subianto. Kelompok mereka akan menjadi monster yang akan tega melakukan apa saja demi ambisi mereka yang over dosis. Kesejahteraan rakyat tidak akan pernah menjadi prioritas bagi kelompok mereka. Fokus utama mereka adalah bagaimana mengembalikan modal yang sudah terlanjur diinvestasikan dalam biaya kontestasi Pilpres yang berulang-ulang gagal mereka menangkan selama ini.

Baca Juga:  Selamat Untuk Rakyat Indonesia Yang Tidak Membiarkan Pelanggar HAM Berkuasa

Tokoh manipulatif, antagonis dan inkonsisten memang layak disandang oleh Amien Rais. Disini saya bisa mengerti dari mana genetika plin-plan dan suka melakukan kebohongan publik yang dimiliki Hanum Rais berasal.

Hmmm…. buah tidak tidak pernah jauh dari pohonnya, bukan ?