SerikatNews

Ayo Rukun Bersatu

Ilustrasi (mauhid44.wordpress.com)

Ayo Rukun, Rukun Bersatu.
Belakangan ini bisa di saksikan betapa kacaunya kesatuan dan persatuan di Indonesia. Beda suku bermusuhan, beda agama saling mengkafirkan, satu agama beda aliran saling menafikkan, satu aliran beda pilihan politik saling fitnah, bersikap acuh tak acuh pada kesatuan dan persatuan. Padahal, Indonesia adalah negara dengan berlatarbelakang segala perbedaan. Berjuta budaya, bahasa, beribu suku, tradisi, beragam pulau, agama, kepercayaan dan segala perbedaan ada di Indonesia. Inilah mengapa negara Indonesia menjadi negara unik yang cantik, menarik nan eksotik.

Indonesia adalah negara unik, dimana beragam perbedaan hidup rukun berladaskan asas tunggal Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dengan tanpa meninggalkan intisari ajaran agama rakyatnya yang sangat beragam. Islam, Hindu, Budha, Katholik, Kong-Hu-Chu, Kristen dan aliran kepercayaan lain guyub rukun hidup berdampingan, saling bergotong-royong memperindah khazanah kesatuan dan persatuan Indonesia sebagaimana tetera dalam asas tunggal Pancasila sila ke-3. Mengingat jaman dahulu sebelum Indonesia merdeka, para pahlawan bersatu padu, bertekad bulat melawan penjajah, para kolonial yang kejam dan tak punya hati. Ribuan rakyat Indonesia menjadi korban tragedi-tragedi tak beradab. Kerja paksa, pembunuhan sadis dan berbagai tragedi lain yang bertentangan dengan ajaran agama dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia. Itulah yang menjadikan para pahlawan bangsa dengan beragam latar belakangnya berusaha mati-matian untuk memperjuangkan Indonesia, mereka rela menebus kemerdekaan dengan keringat, darah, harta dan bahkan nyawa mereka, demi Indonesia.

Namun ironi, saat ini sila ke-3 yang tertera pada asas tunggal Pancasila tersebut bak jadi mimpi di siang hari. Rakyat berbondong-bondong sibuk memperhatikan dirinya sendiri, kepentingannya pribadi, dan kepentingan kelompoknya tanpa memperhatikan kepentingan bersama. Segala yang dinilai tak sejalan, beramai-ramai di caci maki, di fitnah, dan dimusuhi. Padahal, untuk menyelesaikan segala konflik dan masalah masyarakat perlu kontak mata. Dalam artian, rakyat indonesia perlu musyawarah, diskusi untuk mencapai tujuan sebagaimana terera dalam Pancasila, sila ke-4.

Baca Juga: Selangkah Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama

Caci maki, fitnah, olokan dan segala macam bentuk ujaran kebencian makin marak menghasut jiwa ksatria generasi muda bangsa Indonesia. Hal ini perku di waspadai. Sebab, hal ini kerap menjadikan negara ini berkotak-kotak bercerai-berai dan mudah diadu domba. Berbeda sedikit saja dianggap berbeda seluruhnya, dianggap salah, bahkan dianggap musuh dan patut untuk dibenci. Terutama yang sedang populer saat ini adalah berbeda pandangan dalam hal berpolitik. Sebagian oknum berpikir bahwa berbeda pandangan politik it’s okey, tidak masalah. Namun sebagian lainnya seakan mempertuhankan politik, dimana mereka berpikir bahwasanya politik adalah segalanya, siapapun yang berbeda pandangan dan pendapat politik dengannya adalah sesat.

Sebagai generasi yang baik, tentu tidaklah rela menerima begitu saja segala macam “trik pembinasaan” terhadap bangsa ini. Melihat negara sekeiling Indonesia seperti syiria, palestina dan negara lain yang telah hancur dan nyaris hancur karena ketidak perduliannya kepada nasib masa depan bangsa mereka sendiri, dan bagaimana nasib generasi mereka yang kelak kan kuasai dunia. Bagaimana ?. Jangan sampau negeri ini hancur karena ketidak perdulian rakyatnya terhadap persatuan dan kesatuan.

Oleh sebab itu, sangat perlu rakyat menjunjung tinggi persatuan, kesatuan serta keadilan. Sebagaimana tercantum dalam asas Pancasila, pedoman dasar berbangsa Indonesia. Dan debagaimana tersirat dalam lantunan lagu ini :

Ayo Rukun Bersatu
Do=D. 4/4,
Cipt. D. Martama

Reff.
Ayo rukun, rukun, rukun bersatu,
Ayo rukun, rukun, rukun bersatu,
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,
Ayo rukun, rukun, rukun bersatu.

Bait 1.
Beda suku itu kawan,
Beda kulit bukan musuh,
Kita semua satu bangsa Indonesia.

Beda adat tidak soal,
Beda agama no problem,
Indonesia Bhinneka Tunggal Ika

Bait 2.
Ada masalah berembug,
Gotong royong gugur gunung,
Musyawarah hingga capai mufakat.

Beda partai tetep rukun,
Beda pendapat tidak berkelai,
Indonesia negara demokrasi.

Interlude
Bait 3.
Pegang teguh PANCASILA dan UUD Empat Lima m’nuju rakyat adil makmur merata.

Kita bela negara, pertahankan NKRI, satu nusa, satu bangsa, satu bahasa.

Coda
Bersatu kita teguh,bercerai kita runtuh
Ayo rukun, rukun, rukun bersatu.

Lagu tersebut diatas mengajarkan bahwasanya segala perbedaan adalah mutlak dan tidak perlu dipermasalahkan. Yang paling penting adalah bagaimana cara supaya perbedaan itu bersatu padu menjadi corak keindahan dan keseimbangan tersendiri bagi Indonesia, dengan tanpa menafikkan segala perbedaan yang ada. Berbeda itu indah, mari rajut kembali kesatuan dan persatuan bangsa. Jangan mau dipecah belah oleh oknum licik yang mengatasnamakan kepentingannya kemudian mengorbankan bangsa Indonesia.
Jangan mau dibodohi !!

Tetaplah jadi Indonesia yang guyub rukun, ber-bhinneka, ber-pancasila dan ber-martabat.  Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh Ayo rukun,rukun,rukun bersatu.

Jamaah Kopdariyah Magelang Raya
Tebarkan kebaikan, taburkan cinta kasih dan berbagi karunia

MA Ma’arif Borobudur, dan
Anggota Jamaah Kopdariyah Magelang

Popular

To Top