Aliansi Bela Garuda untuk Mewujudkan Ukhuwah Kebangsaan dan Kemanusiaan dalam Bingkai NKRI

221
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Yogyakarta, serikatnews.com –Deklarasi Aliansi Bela Garuda (ABG) menyatakan, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai ormas politik yang mencita-citakan pendirian khilafah merupakan gerakan politik yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gerakan Politik HTI mengindikasikan menolak dasar Negara Indonesia.  HTI menggerogoti Pancasila, dan Undang-Undang Dasar Negara serta tidak menghormati Kebhinekaan.

Bebagai elemen masyarakat Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Bela Garuda (ABG) yang terdiri dari  tokoh masyarakat dan pemuda dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, pemuda nasionalis, dan berbagai tokoh lintas agama mendukung rencana pemerintah melakukan pembubaran ormas HTI sebagai gerakan politik yang berpotensi destruktif dan melahirkan perpecahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“ABG berpandangan bahwa Pancasila sebagai dasar negara merupakan konsensus final sebagai landasan dan pengikat kehidupan berbangsa dan bernegara. ABG mendorong pembubaran gerakan organisasi politik yang mengatasnamakan Islam untuk mewujudkan kepentingan kelompoknya”, Ujar Ketua PW Ansor DIY, Muhammad Syaifudin (Cak Udin) di Yogyakarta, Jumat (26/5/2017)

Cak Udin menerangkan, perlu adanya pendidikan kritis masyarakat luas untuk dapat  membedakan antara gerakan politik yang membahayakan keberadaan NKRI dengan dakwah Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin.

ABG sebagai gerakan lintas organisasi masyarakat mendeklarasikan dukungan penuh terhadap upaya pembubaran HTI untuk menyelamatkan NKRI dengan mewujudkan Ukhuwah Kebangsaan dan Ukhuwah Kemanusiaan.

ABG pun menyatakan sikap di antaranya, menolak HTI dan mendukung Pembubaran HTI oleh pemerintah sebagai gerakan politik yang mengancam dasar Negara Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945. Pihaknya juga ndorong pemerintah dan berbagai elemen bangsa mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mewujudkan Ukhuwah Kebangsaan dan Ukhuwah Kemanusiaan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

ABG juga mendorong agar lembaga pendidikan dan lembaga dakwah mengembangkan pendidikan Islam rahmatan lil ‘alamin melalui  kurikulum sekolah dalam bentuk pendidikan nilai budi pekerti, pengajaran akhlak dalam bingkai  Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan dan Keadilan sosial.

“Kami mendorong Pemerintah melakukan pembersihan birokrasi di semua level lembaga pemerintahan dan pendidikan dari berbagai anasir-anasir HTI yang menimbulkan perpecahan agama, suku dan golongan,” ujar Cak Udin. (Amin/AKF)

Baca Juga:  Industri Migas Harus Prioritaskan Asas Kebermanfaatan Bagi Negara