Opini

Benarkah Relawan Cak Imin Dunia Akhirat

Ilustrasi pixabay.com

Waktu terus melaju, tak ubahnya seperti segunung emas, sebagaimana pepatah arab, namun ia lebih berharga daripada segunung emas, intan, berlian, atau sesuatu yang paling mahal di dunia ini. Sebab kekuatan waktu adalah faktor kehidupan manusia memperoleh hasilnya kelak.

Tinggal menghitung hari dan bulan, waktu mengibarkan bendera kepartaian dimulai. Dimana kata ketua Panja RUU penyelenggara pemilu Lukman Edy, masa kampanye direncanakan mulai tanggal 13 Oktober 2018 sampai dengan 13 April 2019.

Tentunya, sudah banyak hal yang dipersiapkan dari setiap calon-calon pemimpin daerah dan bangsa. Dan para calon-calon sudah mulai banyak bermunculan. Dari PAN, PPP, Perindo, Nasdem, PKB, Demokrat, PDI dan lainya. Relawan-relawan berhamburan di setiap sudut kota dan desa guna menyuarakan calon dari partai yang dihuninya.

Membredel Relawan

Sebenarnya, apa itu relawan? Melihat saking antusiasnya mereka dalam memperjuangkan demi selesainya tugas mulia partai yang diamininya. Seakan adanya relawan ini menjadi fenomena baru dalam kehidupan saat ini.

Relawan adalah seorang yang secara suka rela menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran dan keahliannya untuk menolong orang lain.
Sangat sulit bagi kita menilai aktivitas mereka yang terang-benderang sebagai gerakan politik itu sebagai sesuatu tindakan yang hanya berdasarkan kesukarelaan. Pastinya ada dimensi politis di sana. Sadar atau tidak sadar, relawan politik sudah bagian dari mesin politik yang akan digerakkan dalam rangka untuk memenangkan sang calon berdasarkan perencanaan dan anggaran.

Munculnya kelompok-kelompok yang menyebut diri mereka sebagai relawan. Mereka tumbuh sebagai entitas sendiri yang bisa dijadikan mesin politik, yang digerakkan untuk memenangkan atau merebut jabatan politik seperti presiden, gubernur, wali kota, atau bupati.

Eksistensi relawan politik hingga kini belum terwadahi secara hukum. Persisnya, relawan politik lebih tepat sebagai organisasi tanpa bentuk, tidak jelas jenis kelaminnya. Relawan politik tentu bukanlah entitas yang berbentuk partai politik. Hingga saat ini, tidak ada norma yang mengatur keberadaan relawan politik ini. Karena memang secara normatif, peserta pemilu, pilkada, atau pilpres tidak mengenal istilah relawan atau relawan politik.

Selama ini kaderisasi di partai politik selalu berdarah-darah agar kader mereka memiliki militansi, keandalan, dan keunggulan. Lalu, partai politik melakukan penggemblengan atau pembinaan yang terstruktur.

Sayangnya, semua itu akan sia-sia. Terasa miris apabila kader partai yang telah mengalami penggemblengan dan pembinaan itu dikalahkan oleh relawan politik dalam pertarungan untuk mengisi jabatan publik lantaran kader partai dituduh sebagai koruptor.

Cak Imin dan Keseriusan

Seperti halnya relawan dari tokoh yang diberitakan paling potensial dampingi Jokowi dalam pilpres 2019, Cak Imin. Terlihat banyak media telah memberitakan bahwa Cak Imin akan maju di pemilu 2019, mulai dari pemasangan spanduk besar dan juga melalui media sosial telah menunjukkan keseriusan mereka.

Melihat fenomena tersebut, apakah dengan hanya menggembor-gembor di media sosial tugas mereka selesai.
Tentunya kita masih ingat betul, tindakan luar biasa yang dilakukan bapak presiden sebelum menjadi orang nomer wahid Indonesia dengan buluskanya itu. Dan hasil yang tidak mengecewakan telah membuktikan kerja kerasnya. Kiranya dengan jaringan akar rumput dan road show ke berbagai daerah di seluruh Nusantara akan memudahkan jalan para relawan menunjukkan keseriusan mereka.

Menukil sedikit dari Gagasan Id, pemaparan Cak Imin terkait dukungan maju dalam pilpres; “lah wong survei saya saja masih kecil. Jadi, ya silahkan saja yang mau semangat bergerak, buktikan kalau Anda serius” Menurut Cak Imin, kalau memang permintaan para relawan itu serius maka ia meminta para relawan untuk lebih serius dengan membuktikan hasil survei dirinya tinggi. “Energi saya masih fokus membesarkan partai. Kalau relawan serius, ya tunjukan dalam Pemilu Legislatif, PKB memperoleh banyak kursi, dan PKB masih fokus membantu Presiden Jokowi menjalankan roda pemerintahan”, ujarnya.

Kiranya perlu mengukur seberapa kuat para relawan-relawan politik. Melihat kuatnya persaingan antar partai memperebutkan capres dan wapres. Dengan begitu, keinginan untuk bermimpi setinggi langit akan mudah.

Mari kita flashback usaha solidaritas Ahok, dimana solidaritas mereka melebihi solidaritas partai. Dalam waktu yang relatif singkat, para relawan telah mengumpulkan ratusan ribuan KTP warga DKI sebagai komitmen dan bentuk dukungan. Jika diasumsikan bahwa daftar pemilih tetap pada Pilgub Jakarta adalah delapan juta, maka dengan mengumpulkan 4 juta KTP, berarti setengah kemenangan telah diraih.

Namun bekal kesukarelaan harus dikawal betul-betul. Sukarelawan harus berani menghadapi fakta bahwa kontribusi mereka pada akhirnya akan menjadi sampah sejarah.

Sudah sejatinya jika relawan dan partai politik harus saling berkonsolidasi. Kandidat juga harus mampu melihat usaha-usaha keduanya, jadi baik kandidat, relawan, maupun partai politik saling sinkron dan saling bekerja sama.

 

Relawan Cak Imin sampai mati.

Popular

To Top