BPC; Mendesak Pemerintahan Indonesia Memberi Pelindungan Terhadap Pengungsi Rohingya

197
Foto: Ikatan Silaturrahim Alumni Buntet Pesantren Cirebon di Yogyakarta menggelar aksi solidaritas peduli kemanusiaan Rohingya
Foto: Ikatan Silaturrahim Alumni Buntet Pesantren Cirebon di Yogyakarta menggelar aksi solidaritas peduli kemanusiaan Rohingya

YOGYAKARTA, SERIKATNEWS.COM– Ikatan Silaturrahim Alumni Buntet Pesantren Cirebon di Yogyakarta menggelar aksi solidaritas peduli kemanusiaan Rohingya, Ahad (03/09) di Titik nol kilometer Yogyakarta.

Membaca dan melihat berita di media sosial tentang anak kecil dibakar, digantung dan dibunuh membuat para alumni Buntet Pesantren di Yogyakarta prihatin dan mengecam keras atas perbuatan pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya.

Akan tetapi tragedi itu tidak di pandang sebagai isu keagamaan semata, karena semua umat beragama pastilah menjungung tinggi nilai kemanusiaan. Tak ada satupun agama di dunia ini yang mengajarkan kekerasan, diskriminasi dan pembunuhan. Maka dari itu, isu ini merupakan kejahatan kemanusiaan.
“Semua pihak sebaiknya tak menutup mata dan segera melakukan tindakan atas kejahatan kemanusiaan tersebut. Karena urusan hidup seharusnya tak terganjal oleh batas teritorial dan diplomatik semata” kata Adib (Ketua Umum Insan BPC).

Memang prinsip kemanusiaan seharusnya di junjung tinggi melebihi alasan diplomasi dan teritorial. Para alumni yang berada di tempat aksi menyatakan dengan tegas bahwa nasib etnis Rohingya menjadi tanggung jawab seluruh umat manusia. Bukan tanggungjawab sesama agama atau negara saja.

“Mereka tentu ingin di perlakukan dengan baik, di perlakukan sebagai manusia. Tak seperti yang di rasakan oleh penduduk Rohingnya yang di perlakukan layaknya binatang oleh tentara Myanmar”, kata Zaki Kriyan (Orator Aksi Solidaritas).

Aksi ini juga bermaksud untuk menumbuhkan rasa simpati sesama umat manusia atas kejahatan di rohingya.
1000 tanda tangan juga digelar agar orang-orang di titik nol kilometer bisa ikut berpartisipasi dan mengecam atas tindakan kekerasan tersebut.

Massa aksi solidaritas juga membacakan tuntutan kepada Pemerintah dan seluruh elemen yang seharusnya bisa menyelesaikan kasus ini, dengan tuntutan :
1. Mendesak pemerintahan indonesia memberi pelindungan terhadap pengungsi rohingya.
2. Menarik hubungan diplomatik indonesia dengan myanmar
3. Mendesak PBB segara memberi sanksi pada pemerintah myanmar
4. Mengajak semua umat beragama untuk ikut menggelar aksi solidaritas tragedi rohingnya.
5. Menghukum pihak-pihak yang terlibat dalam kejahatan kemanusiaan rohingya.

Baca Juga:  Politisasi Agama di Tahun Politik

“Dengan tuntutan yang kami ajukan, kami akan terus mengajak seluruh komponen bangsa untuk ikut serta melaksanakan aksi solidaritas bersama demi tegaknya nilai kemanusiaan”. Tutup adib. (SMH)