Ekonomi-Politik

BPK Harusnya Menggunakan Audit Kinerja untuk Memeriksa Dana Desa

Serikatnews.com

SERIKATNEWS.COM- Sosialisasi dana desa oleh BPK kepada seluruh kepala desa se Kab Kediri dan camat sejumlah 347 orang telah berlangsung di Hotel Grand Surya pada Hari Senin, 14 Mei 2018. Hadir Komisioner 5 BPK Isma Yatun, anggota DPR Komisi XI Eva Kusuma Sundari, perwakilan BPK Jawa Timur dan Bupati Kediri, dr Haryanti Sutrisno.

“Kita berharap para kepala desa menggunakan logika Money Follows Function sehingga penggunaan dana desa memberikan output maksimal,” pesan komisioner Isma Yatun. Implementasi asas-asas pengelolaan keuangan seperti Transparansi, Tertib dan Disiplin Anggaran, Partisipatif dan Akuntabel akan membantu tercapainya output yang maksimal tersebut, imbuhnya.

Eva Sundari pada sambutan balasan menggunakan ilustrasi kesuksesan Desa Ponggok di Klaten dalam penggunaan dana desa sehingga desa mampu keluar dari status sebagai desa tertinggal bahkan menjadi desa makmur. Melalui pemberdayaan BUMDES Tirta Mandiri yang bisa mendirikan 9 PT untuk berbisnis dan saham dimiliki oleh warga negara.

BUMDES Tirta Mandiri berpenghasilan 10M di tabun 2017 sehingga punya banyak kesempatan untuk membuat program-program santunan manula, membayar BPJS seluruh warga desa, bedah rumah, maupun subsidi bulanan untuk manula. Tiap warga mendapat tambahan bulanan sekitar Rp 500 rb per bulan dari saham yang dipunyai di salah satu PT milik BumDes Tirta Mandiri.

SerikatNews

“Karena dana desa tujuannya adalah menggerakkan perekonomian desa untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran, maka sepatutnya BPK menggunakan audit kinerja sehingga bisa memfasilitasi pengelolaan keuangan yang output oriented, dan bukan audit keuangan,” argumen Eva Sundari. Dengan audit kinerja, dana desa yang 60T bisa terkawal efektifitasnya sesuai tujuan peruntukannya.

Meski denikian, Eva Sundari mengingatkan bahwa upaya mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial di pedesaan tidak akan terwujud jika tidak ada perdamaian dan kestabilan. Eva Sundari mengajak peserta untuk mengheningkan cipta bagi para korban bom bunuh diri di Surabaya dan mewaspadai gerakan dan ajaran intoleransi yang merupakan cikal bakal terorisme.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top