Opini

Cak Imin, Kaum Muda dan Santri

Cak Imin, Kaum Muda dan Santri
Sumber : tribunnews.com

Oleh: Syauqi

Siapa yang tidak kenal dengan Cak Imin, salah satu deklarator PKB yang sampai saat ini bisa dikatakan sebagai partai basis anak-anak muda yang lahir dari tradisi pesantren yang sangat inspiratif. Belakangan ini ramai diberitakan bahwa cocok sekali jika Cak Imin mendampingi Jokowi untuk Pilpres 2019. Bukan mustahil jika hal tersebut akan menjadi kenyataan. Sebab untuk kalangan anak-anak muda, memang sangat diharapkan pemimpin yang berasal dari kalangan mereka sendiri. Apalagi pemilih potensial memang berasal dari kalangan anak-anak muda.

Seperti dikutip dari nusantaranews.co (11/06), Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan bahwa Cak Imin punya potensi besar untuk mendampingi Jokowi sebagai Cawapres untuk Pilpres 2019. Hal tersebut bisa dilihat selain masih muda dan mempunyai track record yang banyak dalam politik (baca: pemerintahan), juga diuntungkan dengan posisinya sebagai Ketua Umum PKB yang mempunyai massa lumayan besar dari kalangan Nahdliyyin sebagai salah satu Ormas terbesar di Indonesia. Apalagi sudah menjadi rahasia umum bahwa inisiator-inisiator berdirinya PKB berasal dari Nahdlatul Ulama, sehingga secara otomatis menjadi ruang dan pilihan Jama’ah Nahdliyyin dalam menyuarakan aspirasi politik mereka.

Namun menurut penulis yang paling penting adalah adanya keterlibatan kaum muda dalam segala kebijakan yang diambil pemerintah dalam mengelola negara ini. Sebab untuk masa yang akan datang, kaum muda lah yang akan meneruskan estafet kepemimpinan negeri ini. Dan Cak Imin bisa dikatakan sebagai salah satu alternatif untuk mewakili kaum muda dalam kancah politik nasional. Kerinduan kaum muda yang tidak hanya ingin menjadi penonton dalam setiap peristiwa di negeri ini sangat kentara, terutama kaum santri yang notabene masih dalam usia muda. Hal tersebut dibuktikan dengan penyematan gelar Panglima Santri yang diberikan oleh santri se-Kabupaten Jember beberapa waktu yang lalu menjadi pertanda baik bahwa secara tidak langsung, Cak Imin di samping mendapat pengakuan dari kaum muda dan santri juga mendapatkan mandat untuk mewakili mereka dalam kancah politik nasional.

*****

Indonesia sangat sensitif bila berhubungan dengan agama, karena secara umum rakyat Indonesia adalah rakyat yang beragama. Banyak sudah konflik-konflik yang terjadi di negeri ini karena dilatarbelakangi oleh persoalan agama. Dan tidak mustahil apabila tidak dikelola dengan baik keanekaragaman agama yang ada di Indonesia akan timbul konflik-konflik yang nantinya tidak ada bedanya dengan apa yang terjadi di Timur Tengah yang sampai saat ini berlarut-larut dan tidak menemukan penyelesaian yang konkret. Dan Indonesia sangat beruntung mempunyai se-gudang lembaga, LSM, komunitas, tokoh-tokoh yang memang konsentrasi dalam merawat keanekaragaman agama yang ada.

Banyak sudah hal-hal positif yang di dapat dari kegiatan-kegiatan yang diadakan, seperti Nusantara mengaji, dll. Dan yang perlu dicermati dari banyaknya kegiatan inspiratif sebagai upaya untuk merawat keanekaragaman adalah adanya kaum muda dan santri yang terlibat. Seperti nusantara mengaji yang diinisiasi oleh Cak Imin sebagai Panglima Santri. Sebagai santri beliau tentunya mempunyai kewajiban untuk terus menjaga dan memberikan perasaan adem bagi lingkungannya, bukan malah menjadi sumbu yang akan meruntuhkan segala keanekaragaman yang sudah menjadi kodrat alam yang diciptakan oleh Tuhan dalam bentuk yang tidak sama dengan tujuan untuk saling melengkapi satu sama lain.

Penulis tidak akan terlalu jauh untuk menafsirkan apakah itu kegiatan politik untuk mengkampanyekan diri Cak Imin sebagai orang yang bergelut dalam politik nasional guna mengenalkan dirinya ke publik atau pun hal-hal lainnya. Cuma yang perlu dicatat adalah ‘ibrah (baca: pelajaran) yang bisa diambil sebagai seorang manusia yang tidak bisa hidup sendiri dan harus bisa memberi terhadap lingkungan sekitar.

Apalagi dalam perjalanan manusia, yang paling dilihat adalah kontribusi terhadap lingkungannya. Sebab kata Gus Dur “Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”. Namun jika ditarik ke hal yang lebih luas perkataan Gus Dur di atas adalah “semua orang tidak akan melihat niatmu, jika kamu bisa memberikan kontribusi positif buat semua orang, dengan sendirinya derajatmu akan naik”.

Popular

To Top