Cara Efektif Membatasi Makanan Karbohidrat

17

Judul : Mitos Jahat Karbohidrat
Penulis : dr Toru Mizoguchi
Penerjemah : Dian Kusuma Wardhani
Penerbit : Qanita
Cetakan : I, Mei 2018
Tebal : 172 halaman
ISBN : 978-602-402-121-4

Agar tubuh menjadi sehat kita memerlukan berbagai asupan gizi. Di mana asupan gizi itu bisa kita peroleh dari zat-zat makanan berupa protein, mineral, vitamin, air, lemak, dan karbohidrat. Enam zat tersebut memiliki fungsi sebagai penghasil energi, membangun dan memperbaiki jaringan rusak dan mengelilingi tubuh.

Karbohidrat merupakan salah satu zat makanan yang berguna untuk menghasilkan energi. Jika kita kekurangan karbohidrat, maka tubuh kita kekurangan karbohidrat, maka tubuh kita menjadi lemas dan tidak bertenaga. Namun di sisi lain, jika kita terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat maka akan timbul pula efek negatif pada kesehatan tubuh. Untuk itu, dalam mengkonsumsi karbohidrat kita harus membatasinya agar sesuai porsi dan tidak berlebihan. Buku ini akan membahas tentang rangkuman bagaimana mendapat nutrisi dan metode membatasi karbohidrat dengan benar, berdasarkan terai yang dilakukan oleh dr. Toru Mizoguchi (hal 12).

Dalam keseharian, kita pasti sering menikmati hidangan manis, baik makanan atau minuman. Kita juga sering melahap nasi yang baru matang. Secara kasat mata, hidangan itu nampak lezat. Namun siapa sangka, jika kita terlalu sering mengonsumsinya, maka hal itu bisa mengakibatkan penuaan dini dan timbulnya berbagai penyakit pada tubuh. Di antara makanan yang banyak mengandung karbohidrat adalah nasi, makanan manis, roti putih, kentang, sayuran berumbi, dan banyak lagi.

Buku ini memaparkan bahwa penyakit diabetes, penyakit alergi serbuk sari, kanker, pendarahan otak, demensia, depresi, dan sebagainya disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi zat gula atau karbohidrat. Dipaparkan pula bahwa mengatur asupan karbohidrat secara tepat dan menstabilkan kadar gula darah merupakan metode untuk mencapai tubuh yang sehat sampai akhir hayat (hal 15).

Baca Juga:  Peristiwa Tan Malaka

Yang harus diperhatikan, setelah makan, tubuh menerima banyak karbohidrat yang memicu gula darah naik secara cepat. Jika belum siap menerima kenaikan gula darah yang terlalu cepat, tubuh akan bereaksi. Saat itulah, tubuh merasa harus melakukan sesuatu. Lalu mengirimkan sinyal peringatan berupa gejala-gejala penyakit (hal 17).

Obesitas salah satu masalah kesehatan yang ditakuti karena konsumsi karbohidrat berlebihan. Mengonsumsi banyak karbohidrat menyebabkan kadar gula darah naik drastis, insulin akan keluar dalam jumlah besar, lalu berubah menjadi lemak. Banyak lemak dalam tubuh inilah yang memicu obesitas (hal 35).

Munculnya penyakit diabtes juga dipicu kebiasaan mengonsumsi karbohidrat berlebihan. Diabetes disebut penyakit kadar gula darah tinggi karena sel yang tidak dapat menyerap zat gula dengan baik. Yang paling menakutkan penyandang diabetes penyakit komplikasi seperti retina (retnopati), gangguan ginjal, dan saraf (neurosis).

Penderita diaberes dalam jangka waktu lama, selain terkena penyakit komplikasi seperti retnopati juga cenderung depresi berat. Solusi mengatasi penyakit diabres beserta depresinya, membatasi jumlah karbohidrat. Dengan membatasi jenis makanan mengandung karbohidrat, sebagian besar pasien diabet yang pernah berobat di kliniknya, berangsur-angsur sembur (hal 109).

Mengurangi karbohidrat, dan mengutamakan protein dan lemak, akan mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. Dengan mengembalikan kondisi tubuh seperti semula, maka mesti sekali-sekali terpaksa harus mengonsumsi banyak karbohidrat, kadar gula darah tidak lagi mudah naik atau turun (hal 18).

Buku ini mengulas cara mendapat nutrisi dan metode membatsi karbohidrat secara benar berdsarakan terapi. Ini akan menjaga kesehatan tubuh dan terhindari dari berbagai penyakit berbahaya. Lewat buku ini penulis menegaskan bahwa pembatasan karbohidrat tidak lain hanyalah bertujuan untuk menstabilkan kadar gula darah, meningkatkan semua fungsi tubuh, serta menciptakan kesehatan yang abadi (hal 19). Hidup sehat dengan membatasi karbohidrat.