Dedikasi Ratih Syafriza Terhadap Lingkungan (Part 1): Jatuh cinta pada ibu pertiwi

496
Foto: Ratih Syafriza
Foto: Ratih Syafriza

Oleh: Ratih Syafriza

Sebelumnya saya hanyalah remaja ibukota kebanyakan yang tidak mengenal lingkungan pegunungan maupun lautan. Melihat sawah dan ladang mungkin hanya hitungan jari dalam hidup saya. Hidup di tengah kota metropolitan membuat saya familiar dengan polusi dan limbah sampah, melihat pemandangan asri hanyalah bisa saya dapat jika saya pergi jauh ke daerah.

Sampai pada akhirnya saya diarahkan oleh tuhan untuk lebih dekat dengan lingkungan, pada tahun 2010 saya mendapatkan PMDK dari Institut Pertanian Bogor dengan jurusan Teknologi Hasil Hutan, fakultas kehutanan. Saat surat ucapan selamat itu dibacakan oleh guru di sekolah saya, saat itu juga kali pertama saya mendengar jurusan perkuliahan yang tidak banyak diminati di kalangan siswa sekolah saya.

Dengan jalan tuhan akhirnya saya memutuskan untuk mengambil undangan tersebut dan mendapatkan beasiswa di IPB. Saat saya sampai di kampus IPB yang terletak di daerah Dramaga, Bogor, satu hal yang terlintas di benak saya, Teduh. Kampus IPB yang jauh dari tengah kota dan masih didominasi oleh pepohonan membuat saya terkesima dengan kampus yang mengedepankan “Go Green” ini.
Singkat cerita, sampailah saya pada hari pertama kuliah di Fakultas kehutanan, semua hal yang dipaparkan oleh dosen sangatlah asing buat saya, maklum, saya belum pernah masuk ke dalam hutan. Tantangan lain yang saya hadapi adalah mayoritas mahasiswa kehutanan adalah orang orang berfisik tangguh dan kuat untuk keluar masuk hutan.

Untuk karakter feminim seperti saya, saya merupakan person minoritas di fakultas kehutanan, tidak jarang senior yang meremehkan kemampuan “jungle survival” yang saya miliki. Namun seiring berjalannya waktu, saya makin mengenal ilmu kehutanan dan lingkungan mulai dari Pengolahan hasil hutannya, Managemennya, Analisis vegetasinya, dll. Kali pertama kaki saya menginjakan hutan disitulah saya langsung jatuh cinta dengan alam. Begitu asri, teduh, menyegarkan, dan tenang. Perasaan yang saya dapatkan saat saya berada di dalam hutan tidak pernah saya dapatkan sebelumnya di tempat lain. Rasa lelah yang didapatkan saat mendaki kaki gunung terbayarkan dengan keindahan panorama yang diberikan.

Baca Juga:  Ratih Ayu Syafriza

Semakin banyak ilmu yang saya dapatkan di IPB, semakin saya jatuh cinta dengan Lingkungan Hidup. Tidak hanya jatuh cinta, kepedulian saya pun meningkat terhadap ibu pertiwi, banyak hal yang saya dan teman teman di kelas kehutanan lakukan untuk terus menjaga kelestarian lingkungan.
Bagi seluruh pembaca yang sudah membaca tulisan saya diatas, saya ingin menghimbau dan mengajak semua kalangan untuk terus menjaga bumi dimana kita berpijak ini. Bumi semakin kritis dan sekarat, global warming is happening now.

Akankah kita terus membiarkan bumi kita menangis? Akankah terus kita rusak alam sekitar kita? Mari renungi dan mari kita hijaukan Indonesia.