Efektivitas Peran Jajaran Bawaslu Sebagai Tonggak Demokrasi Bangsa

393

Pesta Demokrasi pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018 baru saja terlaksana dan berjalan dengan lancar. Antusias masyarakat dalam melakukan pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara meningkatkan jumlah pastisipasi pemilih yang berkisar diantar 60% hingga 70%. Angka ini sangat jauh di bandingkan pada pemilihan tahun 2013 yang menduduki angka partisipasi pemilih sebanyak 36%.Hal tersebut tidak terlepas dari pada peran serta kerja sama Penyelenggara antara KPU Sumut dan BAWASLU Sumut beserta jajarannya ditingkat bawah yang selalu berupaya untuk sama-sama bergotong royong untuk mensukseskan Pilkada Serentak Tahun 2018.

Pilkada 2018 telah usai dan bagi penyelenggara, Pemilu 2019 sudah hadir di depan mata dengan segala time line yang sudah disusun untuk mensuskseskan Pemilu Serentak Tahun 2019, Namun jauh dari pada target untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilih pada kontestasi politik, terdapat suatu pekerjaan rumah bagi Penyelenggara Pemilu terkhusus jajaran Bawaslu Provinsi seterusnya Panwaslu Kabupaten dan Kota harus tetap memberikan spirit terhadap masyarakat dalam pengawalan demokrasi sebab antusias masyarakat tidak boleh terputus yang di akibatkan oleh berbagai polemik isu politik yang bergulir. Lebih lanjut jajaran Bawaslu beserta masyarakat harus melawan isu SARA dan Hoax sebagai bagian dari strategi politisi yang kotor dan curang. Maka beranjak dari problem tersebut Bawaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten dan Kota harus melakukan Pemetaan-pemetaan sebagai bentuk antisipasi terhadap suatu penyebab timbulnya kembali sikap Apatisme masyarakat untuk terlibat dalam kontestasi politik.

Upaya Pengawalan Demokrasi tersebut harus melalui transfer of Knowledge atau dengan kata lain memberikan pemahaman terhadap masyarakat bahwa kontestasi politik bukanlah sekedar ajang dan momentum yang hadir pada lima tahunan sekali. Jauh dari pada paradigma tersebut, Pemilihan Umum adalah sarana untuk membangun suatu pemerintahan negara Indonesia yang adil dan makmur sebagai mana amanat konstitusi UUD 1945.

Baca Juga:  Relawan untuk Negeri

Sudah seharusnya, Bawaslu beserta jajarannya yang dikatakan sebagai pengawas pemilu namun juga sebagai Tonggak dalam pengawalan Demokrasi Bangsa, maka Bawaslu harus memberikan pendidikan kewarganegaraan (Civic Education) yang berisikan tentang pendidikan politik demokrasi, Hak Asasi Manusia dalam partisipasi politik serta membangun kesadaran dan tanggung jawab masyarakat untuk sama-sama membangun suatu tatanan yang berkemajuan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berangkat dari apa yang di katakan oleh Prof. Ramlan Surbakti ada empat prinsip demokrasi yang harus dilaksanakan dalam Pemilu yaitu pertama, asas-asas Pemilu Demokratik (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, serta diselenggarakan secara periodik). kedua, asas-asas Pemilu yang Berintegritas (transparan, akuntabel, akurasi, dan jujur),  ketiga, berbagai hak yang menyangkut pemilu (electoral right principles), dan keempat, keadilan pemilu (electoral justice)

Maka untuk meng-efektivitaskan peran Bawaslu beserta jajarannya Bawaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten dan Kota beserta jajarannya di tingkatan bawah bukan hanya sebagai lembaga pengawas pemilu, melainkan sebagai tonggak pengawal demokrasi bangsa, Lembaga Ini tidak boleh mengurung diri didalam ruang gerak pengawasan pemilu melainkan juga harus membuka ruang kepada masyarakat untuk turut terlibat dalam pengawalan pesta demokrasi, ruang yang di maksud adalah bukan hanya sekedar memberikan pendidikan (education) berupa kampanye iklan dan poster dan seminar-seminar melainkan Bawaslu dan Panwaslu Kabupaten dan Kota Berserta Jajarannya di bawah harus memiliki spiriit untuk terlibat turun langsung kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan pendidikan politik kewarganegaraan agar terciptanya suatu masyarakat yang aktif pada kontestasi politik Pemilu 2019 demi suatu tatanan hubungan Pemilu dan Masyarakat yang berkeadilan, demokrasi, dan berdasarkan kerakyatan.