Enam Dari Sepuluh Milenial Indonesia Optimis dengan Masa Depannya. Apa Sebabnya?

189

SERIKATNEWS.COM– Good News From Indonesia (GNFI) menggelar diskusi bersama anak-anak muda dan mengeluarkan hasil survei terbaru mengenai optimisme anak-anak muda Indonesia. Hasilnya, 6 dari 10 anak-anak milenial merasa optimistis terhadap masa depan Indonesia.

Dalam diskusi yang digelar di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, 7 Mei 2018, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko, di hadapan anak-anak muda tersebut mengatakan, “Pada tahun 2045 nanti, kalianlah yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan negeri ini. Mimpi yang besar kalian dapat terwujud dari kerja-kerja yang kecil sejak sekarang, yang nantinya dapat terakumulasi menjadi kekuatan yang besar.”

Selain Moeldoko, diskusi juga menghadirkan Abie Abdillah, seorang desainer furnitur berbasis rotan yang karyanya sudah sangat mendunia. Ada juga Panji Azis yang membangun Rumah Milenial dan memberikan bantuan pendidikan kepada ratusan anak-anak yang tidak mampu di wilayah Banten. Selain itu, hadir pula Anindya Kusuma Putri, Putri Indonesia 2015, yang ternyata pernah menjadi atlet bulutangkis semasa remaja.

“Jangan jadikan kegagalan melemahkanmu!” pesan mantan Panglima TNI yang di waktu kecil tak bercita-cita menjadi tentara. Ia berkisah, hidupnya berubah saat ada seorang taruna militer yang datang ke desanya, dan ia begitu kagum melihat sosok tersebut. Moeldoko kecil ingin menjadi seperti taruna itu. Lalu, ia pun menyampaikan keinginan tersebut kepada ibundanya, sekalipun saat itu kebanyakan anak-anak sebayanya hanyalah lulusan sekolah menengah pertama. “Apa kamu bisa, nak?” Ibunya setengah bertanya, yang justru melecutnya untuk mewujudkan mimpi itu.

Optimisme dan Infrastruktur
Dalam survei GNFI yang menjangkau 1.200 responden berusia 18-30 tahun di 12 kota tersebut, anak-anak muda di Pontianak adalah anak muda yang paling optimis dengan skor 75,6, sedangkan Lombok menorehkan skor paling rendah, yakni 55,5. Meskipun berada pada level terendah, anak-anak muda Indonesia secara umum lebih banyak yang optimis ketimbang yang pesimis. Secara umum, 6 dari sepuluh anak muda Indonesia cenderung optimis.

Baca Juga:  Aktivis 98, "PKS Mendukung Terorisme(?)": Haruskah Dibubarkan?

Optimisme yang ditemukan pada anak-anak milenial yang terjangkau survei ini, salah satunya dipengaruhi oleh gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Pemerintah di seluruh Indonesia. Proyek pembangunan tersebut sebagian sudah mereka rasakan, dan sebagian lagi akan segera mereka nikmati.

Dalam separuh lebih periode pertama pemerintahannya, Presiden Jokowi memang terlihat dan terasa sangat masif dalam membangun jalan, jembatan, bendungan, jalan tol, pelabuhan, bandara. Ratusan proyek strategis nasional dibangun dengan tujuan mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur dari negara-negara lain. Setelah pembangunan infrastruktur mulai terlihat ujudnya dan dirasakan manfaatnya, Jokowi menetapkan fokus pembangunan di bidang sumber daya manusia. Di situlah tampaknya anak-anak muda ini merasa bahwa apa yang dikerjakan oleh pemerintah berdampak bagi hidup mereka.

Berdasarkan survei GNFI, tingkat optimisme anak-anak muda di wilayah-wilayah di mana pembangunan infrastruktur terasa masif seperti di Pontianak, Ambon, dan Jayapura, tercatat lebih tinggi. Lebih jauh lagi, survei itu memperlihatkan anak-anak yang lebih muda (umur 18-23) cenderung lebih optimis dibandingkan yang lebih tua (umur 24-30).

“Dalam penelitian yang kami lakukan di 12 kota, hanya 17% anak-anak muda yang pesimis. Sebagian kadar optimisnya lemah, tetapi lebih dari separuh memiliki optimisme yang kuat,” kata Wahyu Aji, pendiri GNFI.

Sektor yang paling membuat para responden optimistik terhadap masa depan Indonesia adalah bidang sains dan teknologi. Sementara sektor yang paling membuat pesimis adalah birokrasi dan politik.