Festival Anak Yogyakarta

103
Festival

SERIKATNEWS.COM – Pendidikan merupakan bagian terpenting untuk meningkatkan potensi serta mutu sumber daya manusia (SDM) di suatu daerah. Yogyakarta yang mendapat predikat kota pelajar tentu harus menunjukannya. Melalui komunitas yang berisikan para pemuda peduli pendidikan untuk anak di Yogyakarta dengan nama komunitas Yogyakarta Mengajar ini akhirnya Jogja menunjukan predikat kota pelajarnya. Berbagai kegiatan sudah mereka selenggarakan termasuk pendampingan belajar anak-anak pelosok kampung di sekitar kota Yogyakarta sampai kabupaten Bantul, Sleman dan Gunungkidul.

Salah satu kegiatan yang menjadi gong dari komunitas Yogyakarta Mengajar (YM)) ialah Festival Anak 2019, dalam acara tersebut para relawan berhasil menyatukan dan mementaskan seni budaya bangsa yang diperagakan oleh anak-anak se-DIY di gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta.

“Ini adalah kegiatan perdana Komunitas Yogyakarta Mengajar , saya melihat antusias para relawan yang juga menjadi panitia dalam acara festival anak. Saya merasa bangga bisa mengenalkan budaya bangsa kepada anak-anak dan mementaskannya di depan umum,” kata Fahmi, Ketua Komunitas Yogyakarta Mengajar, melalui keterangan tertulis yang diterima serikatnews.com, Jumat (8/2/2019).

Acara tersebut mendapat banyak dukungan dari perusahaan, lembaga dan berbagai Instansi, salah satunya adalah Dinas Pendidikan dan Wardah serta berbagai perusahaan serta komunitas yang turut menjadi sponsorship dalam kegiatan tersebut.

“Saya sangat Mengapresiasi semangat dari anak-anak Yogyakarta, inilah cita-cita kita semua, anak-anak berhasil menunjukkan jati dirinya sebagai penerus bangsa, dengan mempertahankan ragam budaya yang dititipkan nenek moyang kepada generasi selanjutnya,” imbuh Fahmi.

Festival Anak berlangsung sejak pagi hari sampai sore hari. Acara tersebut menampilkan stand booth Komunitas-komunitas sosial se-DIY, juga ada lomba mewarnai dan menggambar untuk anak usia dini yang berlangsung di Hall bagian luar gedung Societet, di siang hari gedung pertunjukan Societet dibuka dan menampilkan pementasan seni anak-anak dan penampilan 6 finalis lomba Cipta Lagu Anak yang diseleksi langsung oleh para juri.

Baca Juga:  Pemuda Patani Kampanye Kesatuan Kostum Melayu

Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang juga ikut men-support dalam acara Festival Anak ini.

“Selain Dinas Pendidikan, kami pun mengundang duta Museum Dewantara Kirti Griya, Duta Bahasa Nasional serta Duta HIV/AIDS DIY. Mereka juga ikut memperkenalkan diri mereka di depan para  pengunjung/audien yang hadir,” kata Fahmi.

“Harapan saya dengan adanya kegiatan ini semoga anak-anak DIY mampu mengembangkan potensinya baik pendidikan formal ataupun meningkatkan potensinya dalam menari, bernyanyi, memainkan alat musik dan lain sebagainya. Agar nantinya bisa ditularkan kepada teman-teman yang lain,” kata Martanti, Pembina Komunitas Yogyakarta Mengajar.

Festival anak ditutup dengan penampilan dari wilayah dampingan belajar/mengajar Bantaran, Gemblakan Bawah, Yogyakarta dengan tarian anak dan sebuah performance closing ceremony dengan bernyanyi di antara lilin yang mereka pegang dengan balutan kata-kata yang menyentuh hati para penonton. Suasana haru tersebut disambut  tepuk tangan meriah dibarengi mimik haru dan sedih para penonton.