Opini

Fungsi dan Ancaman Generasi Milenial

fungsi dan ancaman generasi milenial
Sumber Ilustrasi : youthmanual.com - serikatnews.com

Oleh: Johanson (acon)

Generasi milenial adalah generasi yang saat ini sering diperbincangkan oleh banyak kalangan di dunia, generasi milenial atau generasi Y adalah kelompok demografis setelah generasi X generasi Y atau milenial generasi yang lahir diantara tahun 1980 sampai 2000, jadi kisaran antara 17 – 37 tahun.

Di dunia generasi milenial ini sudah banyak dilakukan penelitian, hanya di Indonesia belum banyak dilakukan penelitian dari populasi penduduk Indonesia yang sudah mencapai 270 juta generasi milenial ini menempatkan tertinggi 34.45%, hasil perhitungan sensus.

Generasi milenial agak unik dibanding generasi sebelumnya, hasil riset yang dari Pew Reseach Center secara gamblang menjelaskan perbedaan dibanding generasi sebelumnya. Yang mencolok dari generasi milenial dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya. Kehidupan generasi milenial tidak bisa dipisahkan dari teknologi, terutama internet dan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok.

Generasi milenial lebih tertarik membicarakan teknologi, olahraga dan musik dibanding dengan generasi sebelumnya yang membicarakan sosial politik, ekonomi dan keagamaan.
Ketika kita berbicara dan mencoba membedah potret generasi milenial ada 5 isu utama; diantaranya isu keagamaan, ideologi dan politik, nilai-nilai sosial, pendidikan serta gaya hidup dan teknologi. Seperti kita tahu bahwa pada saat ini negara kita masih dipimpin generasi X yang masih mengedepankan kehidupan demokrasi sebagai sistem negara berdasar pancasila, di dalamnya tergantung unsur agama, sosial dan ekonomi juga menjunjung tinggi persatuan.

Di bidang keagamaan, saat ini agama masih dominan dalam melaksanakan roda pemerintahan dan termasuk pendidikan agama yang masih kental di dalam generasi sebelumnya. Terlihat masih banyaknya orang yang terpengaruh karena agama.

Di bidang politik, generasi sebelumnya masih kental politik dalam kehidupan bernegara dan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjatuhkan lawan-lawannya. Unsur politik masih kental di Indonesia, masalah sosial, hubungan antar keluarga, hubungan antar teman, hubungan antar saudara, hubungan dalam masyarakat masih kuat, termasuk hubungan kekeluargaan berdasarkan asas ketimuran.

Di bidang pendidikan juga masih konvensional menggunakan ilmu-ilmu lama, dan selesai pendidikan masih berusaha untuk menjadi pekerja dan pegawai baik Swasta maupun Pegawai Negeri. Jadi, orang sekolah hanya mempunyai prinsip selesai sekolah jadi pegawai.

Di bidang teknologi generasi sebelumnya masih konvensional dalam berfikir dan bekerja. Jadi semua yang dilakukan generasi X masih mengacu kepada kehidupan negara yang berjalan mulai Indonesia merdeka sampai sekarang.

Beda dengan generasi milenial pada saat ini sudah mulai terlihat perbedaan yang cukup mencolok dalam membangun karakter bangsa. Antara generasi milenial dengan generasi sebelumnya, mulai terjadi penyimpangan terhadap pancasila, terutama dalam bidang agama, politik, sosial, pendidikan dan teknologi.

Sedangkan dalam bidang agama sudah mulai bergeser pemahaman tentang agama atau keagamaan, generasi milenial lebih tertarik kumpul bersama teman-teman atau lebih asik membuka gadget dibanding mereka berkumpul untuk sembahyang atau berdoa. Kalau pun berdoa cenderung tidak konsentrasi, mulai bergeser nilai-nilai pemahaman terhadap agama.

Di bidang politik generasi milenial sudah berani kritis terhadap pemimpin-pemimpin bangsa, mereka berani karena banyak informasi yang mereka dapat dari teknologi, dan sudah berani mengatakan salah terhadap yang salah dan benar terhadap yang benar.

Di bidang sosial cenderung generasi milenial cuek terhadap lingkungan dan rasa hormat terhadap yang lebih tua, baik orang tua maupun guru sudah mulai berkurang. Sudah mulai berani melakukan kritik kepada orang yang lebih tua.

Di bidang pendidikan cenderung lebih dominan dibanding generasi sebelumnya, dimana tehnologi banyak membantu mereka dalam menyelesaikan masalah-masalah yang sulit. Serta kecepatan mereka dalam menyelesaikan masalah. Dalam bidang teknologi sudah jelas generasi milenial berada di atas generasi sebelumnya dengan berkembangnya teknologi digital; baik telekomunikasi, Televisi, Radio dll. banyak memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan generasi milenial.

Kekurangan Generasi Milenial
Generasi yang berfikir bebas dan tak bisa jauh dari gadget. Terlalu sering menggunakan sosial media dan cenderung kurang fokus dan cukup malas. Lebih banyak bertanya dan tidak mau mencari tahu lebih dahulu, terpengaruh budaya kebarat-baratan yang cenderung bebas, kurangnya hormat kepada yang lebih tua terutama orang tua, guru dan lingkungan. Tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan dan cenderung mengatur, tidak mengenal tata krama atau tidak ada sopan santun.

Tapi kelebihan generasi milenial lebih banyak lagi; cukup mandiri, mudah beradaptasi, bisa diandalkan terutama dalam bekerja berkelompok, tidak takut bila tidak dapat kerja sebab dengan teknologi mereka bisa mendapatkan uang melalui online, pertemanan mereka banyak dan menjangkau bukan cuma di Indonesia tapi di seluruh dunia, dengan teknologi mereka mampu membuat aplikasi yang dapat mempermudah pekerjaan; termasuk dalam pendidikan, ekonomi, hukum dan sosial.

Dengan temuan-temuan mereka bisa banyak menghasilkan uang tanpa harus bekerja keras. Membantu program-program pemerintah dalam membuat aplikasi, dan mempercepat pembangunan melalui teknologi yang diciptakan generasi milenial.

Dalam bidang kesehatan mampu membuat managemen kesehatan yang lebih ringkas dan cepat dan mampu meningkatkan tingkat kehidupan dari masyarakat. Yang terpenting mereka mampu membantu program-program pemerintah yang bersinggungan dengan teknologi. Sehingga, lebih cepat dalam menyelesaikan tugas-tugas pemerintah.

Generasi milenial adalah generasi yang bisa menciptakan perubahan drastis dalam kehidupan bernegara, jangkauan mereka bukan cuma dalam negeri, juga luar negeri. Semakin maju teknologi, maka tidak ada lagi batas negara, juga batas ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan; semua bisa diatur dengan teknologi.

Hanya pemerintah perlu juga berperan dalam memanfaatkan generasi milenial. Mereka dilepaskan begitu saja karena ini bisa membahayakan kehidupan bernegara dan persatuan. Sebab generasi milenial cenderung tidak bisa diatur dan mereka cenderung mengatur. Bila pemerintah tidak bertindak, maka bisa terjadi perpecahan karena mereka lumayan mengerti dalam mengatur pemerintah dan masyarakat, pemerintah berperan mengendalikan atau melakukan kontrol terhadap mereka seperti; Kontrol terhadap teknologi seperti media sosial. Kontrol terhadap isi Televisi dan Radio, terutama informasi. Kontrol terhadap bisnis online. Kontrol di bidang keamanan terutama situs-situs yang berbahaya karena generasi milenial bisa jadi monster kalau mereka menjadi hacker. Pendidikan agama lebih ditanamkan yang moderat tidak menjadi radikal. Diperbanyak pertemuan2 anak muda dalam memahami kebangsaaan di sekolah, mulai dari SMP sampai mahasiswa.

Hal tersebut penting agar ke depan ketika generasi milenial ini tumbuh dan menggantikan para senior mereka, jiwa kenegraan dan pemahaman pancasila tetap menjadi pegangan mereka.

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Popular

SerikatNews.com adalah portal media Online, sebagai wadah media kritis anak bangsa yang menerjemahkan visi, mencerahkan itu sebagai keharusan, menyajikan tulisan-tulisan jernih dan transfomatif. SerikatNews.com merupakan media yang menyajikan berita-berita yang terpercaya sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Media SerikatNews.com bergerak diranah kampus bermaksud untuk membangun secara kolektif nalar kritis mahasiswa yang hari ini sudah banyak terkoptasi dengan dunia hedonisme. SerikatNews.com tidak memihak terhadap kepentingan satu golongan baik ras, suku, partai politik bahkan agama! Salam Tim Redaksi SerikatNews.com.

Copyright © 2017 Serikatnews.com - All Rights Recerved

To Top