GMNI: Kecam Tragedi Kemanusiaan Kepada Etnis Rohinga Di Myanmar, Rakyat Indonesia Tetap Jaga Persatuan Nasional

239
Foto: Dok, Pribadi
Foto: Dok, Pribadi

Yogyakarta,SERIKATNEWS.COM-Tragedi yang terjadi Di Raikhane, Myanmar terhadap etnis rohinga, menurut Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) merupakan kejadian kemanusiaan yang terparah dan terbersar se-Asia Tenggara. Ketua Komite Politik dan Keamanan Presidium GMNI Fariz Rifqi Ihsan, Mengatakan berdasarkan data PBB diketahui hampir semua etnis Rohingya mendapatkan tindakan penindasan sewenang-wenang dari Negara maupun antar manusia.

“hal Ini dimulai sejak pencabutan status etnis rohinga dari kewarganegaraan yang menyebabkan pelucutan hak-hak politik, dan diskriminasi bagi etnis rohinga. Dari sinilah juga mendorong permasalahan antar penduduk di Myanmar. ” Ungkapnya

Fariz juga menambahkan bahwa permasalahan kemanusiaan di Myanmar tersebut menjadi lebih kompleks dikarenakan posisi geopolitik Myanmar yang kaya sumber daya alam. Diketahui di daerah Arakan-Rakhine, yang dihuni mayoritas etnis Rohingya sedang Terjadi konflik geopolitik, khususnya pertarungan kuasa dan kekuasaan (yang tak seimbang) yaitu perebutan secara paksa kepemilikan tanah dan sumber daya, khususnya wilayah tersebut kaya minyak dan gas. Dan hal tersebut memungkinkan untuk terjadinya perang Asimetris Antar negara di Myanmar yang sering dikemas dengan konflik antaretnis, antaragama, antarkelompok masyarakat-dengan tujuan agar akar maupun persoalan sebenarnya menjadi kabur dan tersamar.

Demikian pula yang menurut Ketua Presidium GMNI, Chrisman Damanik yang menyampaikan bahwa kejadian di Myanmar tersebut merupakan tragedi kemanusiaan. Dan oleh Karena Itu GMNI mengecam tindakan keji terhadap manusia khususnya etnis rohinga yang terjadi di Myanmar. Chrisman menambahkan dalam konteks nasional rakyat Indonesia harus bersatu menghadapi tragedi kemanusiaan yang terjadi di Raikhane, Myanmar dengan cara memberikan bantuan baik makanan dan sebagainya kepada etnis rohinga, memberikan dorongan kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan politik bebas-aktifnya, serta mencoba meluruskan berita yang selama ini terbukti hoax agar tidak membuat keruh permasalahan yang ada.

Baca Juga:  Komnas HAM Sesalkan Cara Penangkapan 144 Orang di Jakarta Utara

“Selain itu Chrisman menyampaikan agar rakyat Indonesia tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan berhati-hati dalam menyikapi permasalahan kemanusiaan di Myanmar. Semoga permasalahan tragedi kemanusiaan tersebut dapat segera diselesaikan agar tidak ada lagi penindasan manusia terhadap manusia dan Negara terhadap manusia” Tutupnya Chrisman. (SMH)