Guru-guru Kemenag dan Kemendikbud Kediri Menyatu Dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR

71

SERIKATNEWS.COM- Sosialisasi 4 Pilar dengan PGRI Kab Kediri menjadi istimewa karena PGRI bisa menyatukan 200 guru-guru dari sekolah-sekolah di bawah pengawasan Kemenag dan Kemendikbud sebagai peserta sosialisasi. Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Balai Desa Adan-Adan, Kec Gurah, Kab Kediri pada Hari Sabtu (15/12/18) yang lalu.

Selain Eva Sundari, anggota MPR Fraksi PDIP Dapil Jatim 6, hadir pula para pejabat setempat antara lain: Drs H. Mujahid M.M (Kepala Dinas Pendidikan Kab Kediri), Dr. H Amir Solehudin (Kepala Kemenag Kab Kediri), Drs. Trisilo Budi M.Pd (Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kab/Kota), Dr. M. Muksin M.Pd (Ketua PGRI Kab Kediri), Suwito, SH (Camat Gurah), Mafiatul Istiana S.Pd (Kades Adan-Adan). Sebagai narasumber tambahan dalam seminar adalah Satriyani Widyawati Rahayu, M.Pd.

Dalam pidato pengantarnya, Dr H. Amir Solahudin menyambut baik program MPR tersebut karena sangat relevan dengan kebutuhan para guru dalam menjalankan Inpres 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila. “Sepatutnya setelah sosialisasi ini tidak ada lagi kebingungan dari para guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum sekolah umum maupun sekolah berbasis agama,” kata Dr. H. Amir Solahudin.

Eva Sundari dalam paparannya mengingatkan bahwa Pancasila adalah jawaban masa depan di Era Revolusi 4.0 karena nilai-nilai Pancasila menjamin pembentukan karakter Generasi Emas yaitu kreatif, inovatif, dan kolaboratif. “Mimpi kita bahwa 2045 akan menjadi tahun Emas, hanya bisa terwujud jika kita bisa menciptakan generasi emas dari sistem pendidikan sekolah kita,” kata Eva Sundari mengingatkan.

Satriyani pada gilirannya membagi suka duka pengalaman dalam menginisiasi program integrasi nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum sekolahnya. “Kita bersyukur, kita bisa melihat perubahan pada tingkah laku siswa yang membaik. Insyallah negara akan makin kuat dan maju jika masyarakatnya berkesadaran dan berperilaku sebagai warga negara yang baik,” kata Satriyani.

Baca Juga:  Jenderal Tito Pimpinan yang Memberi Contoh

Dalam sesi diskusi kelompok, peserta diminta menyusun rencana aksi berdasar kecamatan asal sekolah maaing-masing peserta. Ketika para jubir presentasi, ternyata banyak gagasan dan ide menarik dari para guru tersebut.

PGRI Kec Grogol misalnya memilih sila 5 untuk dielaborasi. Mereka memunculkan gagasan pembuatan usaha bersama dengan semangat tolong-menolong di kegiatan extra kurikulum dengan mendirikan koperasi siswa sebagai media membentuk karakter gotong-royong.

PGRI Kec Keras lebih tertarik menjajaki gagasan untuk implementasi sila 4. Untuk menanamkan musyawarah dalam mengambil keputusan yang menyangkut kehidupan bersama dengan dibimbing oleh kearifan lokal dan akal sehat sesuai hati nurani yang luhur untuk pemilihan ketua osis. Ini alternatif metode dari praktek pemilihan selama ini yang mengadopsi sistem liberalisme dengan metode one man one vote.

Dari PGRI Kec Pare memilih sila 3 untuk dijadikan orientasi penyusunan gagasan praktek Pancasila. Untuk menjawab indikator berupa menunjukkan rasa memiliki dan mencintai tanah air dan bersedia melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia sekolah bisa menggerakkan siswa untuk membuat taman, menanam tumbuhan produktif termasuk menggunakan polibag untuk mengisis halaman sekolah yg kosong.

Pak Saiful Ali guru MTs.N anggota PGRI Kec Ringinrejo mengusulkan praktek sila 1 dengan mendirikan Kantin Kejujuran di kegiatan ekstra kurikuler. Gagasan ini untuk menjawab indikator bahwa kita harus mengedepankan moral agama sebagai landasan etika publik dan berani menegakkan kebenaran dan keadilan serta menjaga integritas dalam keutuhan, kebersihan pikiran, perkataaan dan perbuatan. Selain itu, ia akan mengenalkan Self assessment/ correction system oleh dan untuk anak didik sendiri sedangkan para guru hanya mendampingi proses tersebut.

Para guru anggota PGRI Ngasem sepakat untuk menjawab amanat sila 3 yaitu bangga sebagai bangsa dengan memuliakan potensi dan hasil karyanya. Mereka mengusulkan pengajaran tari2 daerah di sekolah dan mementaskannya. Mereka juga mengusulkan kegiatan membatik untuk kegiatan ekstra kurikuler.

Baca Juga:  Presiden Salat Tarawih Di Ponpes Al Asy'ariyyah Wonosobo

Kepala PGRI, Dr Muksin mengapresiasi acara sosialisasi hari itu karena ada praktek kelompok yang menginspirasi para peserta untuk bertindak. “Saya akan meminta KKG dan MGMP untuk menyebarkan metode dalam sosialisasi ini ke para anggota masing-masing,” kata Dr Muksin pada pidato penutupannya.