Hanum Rais Dilaporkan Ke PDGI

71

SERIKATNEWS.COM- Sejumlah orang yang mengatasnamakan Gerak Rakyat Anti Hoax (GeRAH) mendatangi kantor pusat Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) di Jl. Utan Kayu Raya, RT.5/RW. 5, Utan Kayu Utara, Matraman, Kota Jakarta Timur.

Kedatangan mereka tersebut bertujuan untuk mendorong agar PDGI segera mencabut ijin praktik drg. Hanum Rais yang dianggap ikut terlibat dalam menyebarkan narasi hoax luka bonyok wajah oleh Ratna Sarumpaet.

“Bahwa pendapat drg. Hanum Rais tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan layaknya seorang dokter. Pada faktanya, luka atau memar di muka Ratna Sarumpaet bukanlah karena dipukul atau ditendang seperti yang disampaikan drg. Hanum Rais akan tetapi luka atau memar di muka Ratna Sarumpaet disebabkan oleh operasi plastik yang diakui sendiri oleh Ratna Sarumpaet,” kata perwakilan GerRAH, Efniadiyansyah dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (22/10/2018).

Efniadiyansyah menilai bahwa apa yang disampaikan Hanum Rais telah melanggar kode etik Persatuan Dokter Gigi Indonesia. Apalagi dalam postingan putri Amien Rais itu yang sudah dihapus menyatakan, bahwa berdasarkan profesinya sebagai dokter telah melakukan pengecekan secara langsung terhadap luka Ratna Sarumpaet, bahwa benar rekannya itu telah mengalami penganiayaan.

“Dengan demikian pendapat drg. Hanum Rais bertentangan dengan pasal 4 Kode Etik Persatuan Dokter Gigi Indonesia.

Pasal 4; ‘Dokter Gigi di Indonesia harus memberi kesan dan keterangan atau pendapat yang dapat dipertangjawabkan’. Ayat 2 ; ‘Dokter gigi Indonesia tidak dibenarkan membuat surat/pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta/kenyataan’,” tegasnya.

Maka dari itu, ia pun mengatakan pihaknya mendorong agar PDGI segera mencabut ijin praktik drg. Hanum Rais serta mencabut status keanggotannya dalam organisasi PGDI tersebut.

“Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, kami mohon, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia mencabut Surat Izin Praktek drg. Hanum Rais dan memberhentikan drg. Hanum Rais dari keanggotaan Dokter Gigi Indonesia,” tutupnya.

Baca Juga:  Penyebar Fitnah Panglima TNI di Media Sosial, Ternyata Seorang Dokter dari Pariaman