Hari Kartini

 

Redaksi: serikatnews

Oleh: Endang Rahayu Natadipura BA*

Begitu banyak sudah melihat bahwa wanita Indonesia yang tangguh dalam memperjuangkan hak-hak mereka, tetapi masih ada sistem yang membuat sebagian besar wanita Indonesia yang membatasin, berefek ketidak berdayaan pada perempuan-perempuan negeri ini, sangat menyentuh hati saya.
Dan masih ada ke janggalan- ke janggalan, fenomena ini terjadi bahkan tidak selayaknya bagi wanita Indonesia di perlakukan seperti itu.

Salah satu contoh mengenai perkawinan beda Negara yang memang sudah di atur di dalam Undang-Undang 44, namun masih ada pasal yang di mana sangat lemah untuk wanita Indonesia, Mestipun saya melihat sudah ada beberapa penambahan dalam pasal Undang-Undang perkawinan antar negara, namun masih ada unsur ketimpangan, seharusnya pemerintah dapat membuat perubahan atau pun penambahan kembali agar wanita Indonesia mempunyai hak yang selayak nya serta ikut membangun pembangunan yang lebih luas.

Tidak berhenti di situ, contoh lain. Prostitusi masih harus di perhatikan, begitu massif di berbagai daerah, parah lagi anak di bawah umur terjangkit prostitusi, bukan hanya faktor ekonomi, karena ini lah kurangnya si orang tua membina dan bertanggung jawab penuh terhadap anak nya.

Kartini saat ini, tentu berbeda dengan Ibu Kartini yang memang beliau memperjuangkan hak-hak wanita selayaknya, emansipasi, ekonomi, dan lain sebagainya. Namun kartini saat ini masih saja sebagian besar terjajah oleh kaum Pria, tentu spirit perjuangan, dan cara berpikir untk yang kartini harus diteruskan oleh kartini kartini hari ini.

Namun saya melihat ada sebagian Pria yang sangat tidak menyukai bentuk dengan pahlawan Ibu Kartini, hanya sebagian, karena mereka merasa Kartini dahulu dan sekarang sangat jauh berbeda, kartini saat ini mungkin lebih kepada bentuk Seorang wanita sukses yang mampu untuk menaikkan Martabat, harta dan kekayaan hingga ketika Pria yang merasa di bawah nya sangat tidak percaya diri.
Memang saya melihat nya seperti itu, perbedaan Kartini dahulu dan sekarang.
Namun apa hendak kita berkata, zaman sudah semakin berubah.
Tinggal hanya kembali pada individu diri wanita tersebut,
Apakah beliau dapat menjaga harta, Martabat dan ketangguhan dalam memperjuangkan nya, atau hanya sebagai Kartini yang hanya cinta dunia??

Baca Juga:  Jawa Tengah Butuh Kepemimpinan Marwan Dja'far

*Ketua Umum Lingkar Merah Putih Nasional Dewan Pimpinan Pusat.