Hastag #2019GantiPresiden Hanya Jargon Yang Tidak Mendidik

1021

Beberapa orang seperti bekas artis Neno Warisman, bekas ketua umum Partai Amanat Nasional Amin Rais ataupun politikus Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera belakangan ini gencar mengkampanyekan hastag #2019GantiPresiden. Kampanye tersebut dilakukan baik melalui media sosial, pembuatan baju, topi hingga ketika sedang diwawancara di televisi. Kampanye seperti itu adalah hal yang wajar dalam alam demokrasi, namun ada catatan yang bisa dikritisi.

Bagi orang-orang yang memang membenci Jokowi dengan berbagai alasan, hastag ini tentu akan disambut dengan meriah karena kebencian tentu telah menutup semua obyektifitas dalam menilai pemerintahan saat ini. Karena bagi haters, apapun yang dilakukan Jokowi itu salah, karena Jokowi adalah musuh yang harus dilawan. Namun bagaimana dengan orang-orang yang selama ini tidak berpihak?

Hastag #2019GantiPresiden bagi orang-orang yang selama ini tidak berpihak tentu akan membingungkan dan menimbulkan tanda Tanya, pertama mengapa Jokowi harus diganti? Pihak haters Jokowi tentu memiliki 1001 alasan yang masuk akal maupun yang tak masuk akal untuk mengganti Jokowi, demikian pula dengan yang pro Jokowi memiliki 1001 jawaban untuk mempertahankan Jokowi diperiode 2019-2014. Namun didalam hastag diatas apakah ada penjelasan dan alas an-alasan itu disebutkan? Atau hanya Asal Bukan Jokowi saja tanpa ada alas an? Sejauh ini pihak pemerintah juga telah berusaha menjawab segala pertanyaan public terkait dengan program-program yang telah, sedang dan akan dilakukan, termasuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sensitive terkait utang luar negeri, investasi asing, perekonomian Negara dan banyak hal lain, dan ini begirtu mudah kita mencari informasi tentang itu.

Baca Juga: Lembaga Penyiaran Saat Orde Baru dan Rusaknya Kearifan Lokal di Indonesia

Pertanyaan selanjutnya, kalau Jokowi harus diganti, siapa orang yang lebih layak menggantikannya? Apakah Prabowo yang kampanyenya tidak jauh-jauh dari kata “bocor”, bahkan dengan pesimis menyatakan Indonesia akan bubar 2030 yang dikutib dari sebuah novel, dianggap layak? Apa program-program yang ditawarkan Prabowo untuk bangsa ini lebih baik? Hal ini belum terjawab. Atau ada tokoh lain sudah ada yang menawarkan program-program yang lebih baik dari Jokowi? Sampai saat ini penulis merasa belum ada. Dan kalau belum ada Hastag #2019GantiPresiden jelas hanya menjadi jargon “AsalBukan Jokowi” dan jelas tidak mendidik masyarakat, karena tidak bisa membandingkan program dengan program lainnya.

Baca Juga:  Belajar "Membaca"

Apakah untuk rakyat kita akan coba-coba?

Sudahlah, yang jelas-jelas saja.

Pemerhati Politik dan Sepak Bola,
Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) 2016-sekarang,
Aktivis Rumah Gerakan 98