Hoax Untuk Mengecap Pemerintah Anti Islam

147
Foto: diskusi "Memerangi Hoax, Memperkuat Media Siber Nasional"
Foto: diskusi “Memerangi Hoax, Memperkuat Media Siber Nasional”

Serikatnwes.com,-Kalangan Istana Presiden melihat ada pra kondisi untuk mendiskreditkan pemerintah terkait informasi hoax kedatangan 10 juta buruh atau penduduk dari Republik Rakyat China, yang “panas” beberapa waktu lalu.

Ini disampaikan Deputi IV Kantor Staf Presiden bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Eko Sulistyo mengatakan, dalam diskusi “Memerangi Hoax, Memperkuat Media Siber Nasional” di arena World Press Freedom Day 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (1/5).

Eko mengatakan pihaknya, mencium pra kondisi untuk membuat pemerintahan Joko Widodo identik dengan China. Kalau sudah pro China, maka akan dekat dengan ideologi komunis mengingat negara itu dikelola Partai Komunis. Lalu, ujungnya, akan tercipta persepsi bahwa pemerintahan Jokowi anti Islam.

Selain itu Eko, juga menegaskan hoax semacam itu mudah di terima, tanpa melalui filter, Karena itu, pemerintah mempunyai komitmen memerangi hoax. Bahkan, Presiden Jokowi sendiri kerap mengajak para pemuda Indonesia, di dalam maupun di luar negeri, untuk menggunakan platform media sosial secara positif, dan pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk memerangi hoax. Pemerintah menganggap, pendekatan hukum atau pemblokiran situs internet penyebar hoax saja tidak cukup efektif.

“Berbagai pendekatan lain yang sifatnya bisa lebih holistik, misalnya pendekatan literasi,” ungkapnya

“Dia juga mengigatkan kepada jajaran media massa nasional agar tidak menjadikan rating sebagai berhala, dan misi sosial dari media massa sangat penting untuk memberi informasi dan mencerdaskan masyarakat”, pungkasnya. (SMH)

Baca Juga:  Presiden Ingin Pasar Klewer Tidak Kalah dengan Mall