Ibu-Ibu Rampak Sarinah Kediri Belajar Bisnis Hidroponik

313

SERIKATNEWS.COM- Rampak Sarinah Komunitas Ibu Rumah Tangga Kediri melakukan pemberdayaan diri dengan melakukan Pelatihan Agripreneurship, Sayur Hidroponik. Kegiatan dilakukan pada Sabtu (30/6/18) diikuti 60 ibu-ibu anggota Rampak Sarinah dan 20 bapak-bapak dari Kec Gampeng, Banyakan dan Plosorejo Kediri.

Bertindak sebagai narasumber adalah Wahyudi dari Pusat Hidroponik Tulungagung, Eko susanto, Kebon Hidroponik Kediri dan Isak Darsono, Aquaponik Kediri juga. Selain itu, Dinas Perekonomian Kreatif Kediri dan Eva Sundari, anggota Komisi XI sebagai penggagas kegiatan yang didanai dari BNI tersebut.

Baca Juga: Rampak Sarinah Kediri Menanggap Ketoprak untuk Sosialisasi Puti Guntur Sukarno

Danang Prasetyo dari Kehumasan BNI Kediri menjelaskan tentang KUR dan berbagai persyaratan untuk mendapatkannya. “BNI akan memberikan bantuan teknis untuk memudahkan bagi para starter/pemula mengawali bisnis. Bagi mereka tersedia skema kredit tanpa agunan senilai Rp 15 jutaan,”

Narasumber Eko Susanto dari Kebun Hidroponik yang sedang merintis berdirinya Kampung Hidroponik menjelaskan, “Gagasan ini berawal dari keprihatinan saya melihat halaman yang kosong dan waktu luang yang panjang masyarakat petani di Plosorejo.” Ternyata nilai ekonomis sayur hidroponik ini tinggi, sehingga proyek tersebut mendapat respon positif dari para ibu dan bapak petani sawah di desa tersebut.

Baca Juga: Pilkada Merupakan Bukti Hasil Reformasi Internal PDIP Menjadi Partai Kader

Eva Sundari yang hadir saat penutupan menjelaskan tujuan kegiatan tersebut. “Saya ingin ibu dan bapak mengeksplorasi kapasitas bisnis kita, karena pada dasarnya kita adalah makhluk ekonomi. Mari kita merevolusi mental kita menjadi para perempuan yang memperluas peran reproduktif, produktif dan menjaga lingkungan sekaligus,” ujar Eva Sundari.

SerikatNews

Bertanam sayur hidroponik dipilih karena bisa untuk memenuhi kualitas konsumsi keluarga karena tidak menggunakan peptisida tetapi bisa juga menambah penghasilan keluarga. Bertanam sayur juga diharapkan menjadi pilihan agar para ibu memulai bisnis yang berkontribusi bagi perbaikan lingkungan.

Baca Juga:  21 DPD Partai Golkar Mendesak untuk Segera Diadakan Munaslub Untuk Menganti Setnov

Para peserta mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap mendapatkan pendampingan selama praktek bertanam. Para peserta dibekali starter kit hidroponik beserta benih tanaman kangkung dan sawi.