IKASUKA D.I. Yogyakarta Audensi dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

805

SERIKATNEWS.COM- Pengurus Wilayah IKASUKA D.I. Yogyakarta (IKASUKA D.I. Yogyakarta) melakukan audensi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X di Gedhong Wilis Kepatihan, (Senin 19 Februari 2018, Jam 09.30 s,d 11.00). Audensi tersebut dalam rangka silaturahim sekaligus perkenalan kepengurusan baru masa khidmat 2017-2021.

Ketua IKASUKA D.I. Yogyakarta Soni Amir Sholihuddin, S.Ag mengatakan bahwa audensi ini, disamping dalam rangka silaturahim dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, juga dalam rangka menyampaikan hasil rapat kerja daerah yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Kebupaten Sleman pada hari Ahad tanggal 19 November 2017. Hasil RAKERDA tersebut ada beberapa rekomendasi eksternal yang perlu disampaikan kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, diantaranya terkait dengan maraknya organisasi dan kelompok-kelompok baru yang menumbuh dengan pesat di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan organisasi/kelompok tersebut ada yang terkait dengan organisasi-organisasi terlarang yang bersifat radikal, dan intoleran, maka Pemerintah Daerah Istimewa Yogayakarta dan UIN sebagai lembaga pendidikan untuk bekerja sama dalam menyikapi dan terlibat dalam proses penanggulangan, hal itu serta merumuskan tindakan dan sikap yang tepat ke depan.

Sementara Imam Ghozali, S.Ag., M.A. selaku ketua I mengatakan bahwa, untuk menangkal paham radikal dan intoleran di Daerah Istimewa Yogykarta yaitu dengan meningkatkan peran penyuluh agama dengan memberikan bimbingan serta dan pemahaman kepada masyarakat yang sifatnya menumbuhkan semangat nasionalisme. Hal ini penting, mengingat penyuluh agama mempunyai peranan penting dan strategis sebagai landasan spiritual, moral dan etika dalam kehidupan umat beragama. Sementara menurut Imam Ghozali, S.Ag., M.A., penyuluh agama yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta kebanyakan alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan demikian, diharapkan kedepannya alumni UIN Sunan Kalijaga yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta bisa memberikan warna baru dan pelopor di masyarakat serta mampu menangkal paham-paham tersebut, sehingga kedepannya Jogja tetap berhati nyaman.

Baca Juga:  Direktur Ormas Kemendagri Menutup Acara Kemah Pemuda Gema Banteng¬†Indonesia

Peran serta alumni UIN Sunan Kalijaga sangat penting dan Mengingat Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan City of Tolerance, sehingga dengan demikian, diharapkan dengan keterlibatan alumni UIN Suka yang ada di Daerah Yogyakarta mampu menjadi jembatan penghubung dengan masyarakat serta bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menangkal paham radikal dan intoleran yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Disamping itu juga Soni Amir Sholehuddin, S.Ag menambahkan bahwa untuk menunjang keberlangsungan IKASUKA D.I. Yogyakarta diperlukan adanya sekretariat bersama dan pusat Kuliner. Sekretariat bersama diharapkan menjadi pusat setiap kegiatan IKASUKA D.I. Yogyakarta. Sementara Pusat Kuliner diharapkan menjadi pusat Kuliner terlengkap yang ada di D. I. Yogyakarta yang menyediakan seluruh produk dari alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan demikian, diharapkan dengan arahan dan restu dari Sri Sultan Hamengko Buwono X bisa merealisasikan sekretariat dan pusat kuliner tersebut.

Sementara Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam pemaparannya mengucapkan selamat serta berterima kasih atas kehadiran para pengurus IKASUKA D.I. Yogyakarta dalam audensi ini. Serta kepedulian yang dimiliki oleh para alumni UIN Sunan Kalijaga dalam menjadi pelopor dalam menangkal paham radikal dan intoleran yang akhir-akhir ini terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sementara terkait dengan sekretariat bersama dan Pusat Kuliner menurut Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk di Daerah Istimewa Yogyakarta alternatifnya yaitu dengan menggunakan tanah kas desa. Tanah kas desa ada dua pilihan yaitu disewa atau dibeli. Tetapi kebanyakan pada umumnya tanah kas desa itu disewa paling lama dalam jangka waktu 20 Tahun, dan bisa diperpanjang tergantung dari kesepakatan dengan perangkat desa.

Sri Sultan Hamengkubuwono X menambahkan bahwa dengan adanya pusat kuliner tersebut diharapkan mampu menaikkan perekonomian warga sekitar. Serta diharapkan tidak hanya menampung produk-produk dari para alumni UIN Sunan Kalijaga, tetapi juga menampung produk-produk dari warga D.I. Yogyakarta.