IKPM JATENG SELENGGARAKAN PENGAJIAN KEBANGSAAN

130
Foto: Iqbal
Foto: Iqbal

Yogyakarta,serikatnews.com-Pengajian Kebangsaan oleh IKPM Jawa Tengah dengan tema mempertegas nilai kebangsaan dan keislaman untuk keutuhan NKRI di gedung DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta(14/6).

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan menanamkan kesadaran dalam pemikiran pemuda terutama mahasiswa jawa tengah untuk menjaga dan memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI, ungkap Nugrahanto selaku ketua panitia pelaksana.

Pengajian ini menghadirkan 3 narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya, yaitu Ir. H Cholid Mahmud, M. T (DPD RI) , Dr. Phil. Ahmad norma permata, MA (Sosiolog UIN Sunan Kalijaga) dan Wahyu Minarno (Wakil Ketua DPD KNPI DIY)

Cholid Mahmud yang merupakan anggota DPD RI mengungkapkan bahwa non islam itu ada dua, yaitu yang merusak dan yang baik. Umat islam harus mampu membedakan hal tersebut dan menentukan sikap yang baik demi persatuan NKRI.

Sosiolog UIN sunan kalijaga, Ahmad Norma Permata mengatakan bahwa tujuan yang sama akan menyatukan bangsa. Beliau berpendapat, “yang menyatukan bangsa adalah cita-cita, visi dan tujuan yang sama. Hal tersebut menjadikan sebuah bangsa akan tetap bersatu. NKRI memiliki dua hal yang sangat berperan dalam mengikat bangsa ini, yaitu Pancasila dan UUD. Diibaratkan jika ada yg melepaskan pancasila, berarti ia melepaskan dari indonesia.”

Wahyu, perwakilan dari KNPI berpendapat ” pemuda harus mampu mengambil sikap antara agama dan pancasila” karena keduanya adalah kesatuan yang utuh dan dinamis.

Pengajian ini menyebutkan bahwa negara adalah sistem politik yang mekanisme kekuasaannya diatur dengan kekerasan, tetapi kembali pada hal yang sama bahwa negara memiliki tujuan untuk menyatukan.

Ketua IKPM Jawa Tengah, Amirudin berharap bahwa mahasiswa yang berkontribusi di dalam IKPM Jateng dapat menjunjung tinggi karakter bangsa Indonesia yang toleran. Melalui toleransi akan terwujud suatu kesatuan utuh yang akan menjadikan bangsa Indonesia semakin kuat. (Iqbal)

Baca Juga:  Cara Ibu Negara Memaknai Hari Kartini