Ikravany Hilman: Aktivis Karbitan Memang Sering Gagal Paham

207

SERIKATNEWS.COM – Acara Deklarasi Alumni UI mendukung Jokowi tidak dimaksudkan menjadi acara tertutup. Apalagi setelah berbagai kelompok menunjukan antusiasme yang luar biasa untuk mendukung Capres-Cawapres nomor urut 01.

Ikravany Hilman menyebut bahwa selain Alumni UI juga hadir alumni kampus-kampus lain.

“Ada sekitar 500 Alumni ITB yang hadir. Dari ITS, IPB, Unpad, Unpar, Atmajaya, USU, dan tentunya dari Universitas Trisakti kampusnya Andre Rosiade, dll. juga hadir. Selain itu diundang juga berbagai komunitas Relawan Jokowi,” kata Ikravany Hilman melalui keterangan tertulisnya yang diterima serikatnews.com, Senin (14/1/2019).

Projo sebagai salah satu relawan terbesar Jokowi juga turut hadir mendukung acara tersebut. Selain menurunkan satgasnya untuk membantu kelancaran dan ketertiban acara, juga mendatangkan sekitar ribuan warga masyarakat yang ingin mendukung acara tersebut.

“Andre Rosiade tidak hadir di GBK. Kalau hadir tentu dia akan tahu kalau sebagian besar yang hadir pada acara itu adalah Alumni UI. Mereka (termasuk saya) berpanas-panasan, berdiri lama dalam antrian yang panjang, karena antusiasme dan kecintaan kepada Jokow,” lanjut Ikravany Hilman.

” Saya menyaksikan kedatang rombongan Projo yang berbaris sambil bernyanyi untuk mendukung Jokowi dan Acara Deklarasi tersebut. Banyak alumni yang tadinya duduk-duduk, kemudian berdiri dan bertepuk tangan mengapresiasi dukungan tersebut,” imbuhnya.

Ikravany Hilman juga mengaku bahwa momen bersatunya “rakyat” dengan civitas akademika tersebut mengingatkannya pada saat tahun 1998 bersama Kesatuan Aksi KBUI memobilisasi ratusan warga Salemba, Paseban dan sekitarnya untuk hadir ke DPR RI.

“Kami mengangkut mereka menggunakan bis-bis UI dan melengkapi mereka dengan bendera-bendera KBUI. Waktu itu kami sangat menyadari bahwa bersatunya kekuatan mahasiswa dan rakyat dalam satu tindakan kongkrit adalah sebuah keniscayaan dalam perjuangan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Menpan RB Minta Pemuda Muslim Hadapi Tantangan Global

Setelah lebih 20 tahun, dalam skala yang lain, Ikravany Hilman mengaku kembali merasakan romantisme itu kemarin di GBK. Ketika “rakyat” dan civitas akademika bersatu mendukung Jokowi, dengan demikian bersebrangan dengan Prabowo dan keluarga cendana, persis seperti tahun 98.

“Pentingnya peleburan gerakan civitas akademika dan gerakan rakyat sulit untuk dipahami oleh aktivis mahasiswa karbitan macam Andre Rosiade memang,” tegas Ikravany Hilman.