Ekonomi-Politik

Ingin Jajanan Jepang yang Enak dan Halal, Kunjungi Kedai Ini

Foto : Arif Kusuma F

Yogyakarta, Serikatnews.com – Pada Minggu (30/4), Alun-alun Utara Yogyakarta dipenuhi pengunjung dan penjual dari berbagai penjuru. Mereka datang untuk menghadiri dan memeriahkan rangkaian acara Jogja International Airshow.

Di Alun-alun utara Yogyakarta, acara diselenggarakan dua hari, yakni hari sabtu dan minggu, 29-30 April 2017. Sedangkan puncak acaranya diadakan di Pantai Depok, Bantul pada minggu (30/4).

Di Alun-alun utara, di sekelilingnya dipenuhi kendaraan berjejer yang dirubah sebagai tempat berjualan yang disebut food truck. Berbagai makanan dan minuman dijajakan oleh mereka.

Di sisi timur bagian utara Alun-alun ada yang unik, terlihat food truck yang bernuansa Negeri Sakura, ditandai dengan ditempelnya beberapa tulisan beraksara Jepang. Food truck berupa motor beroda tiga, di belakangnya terdapat ruangan yang disulap menjadi tempat berjualan.

Food truck tersebut bernama Kedai Tokyo yang menjual jajanan Jepang seperti Takoyaki, Okonomiyaki, dan es serut khas Jepang yang bernama Kakigori. Kedai bernuansa Jepang ini datang dari Semarang, Jawa Tengah.

Sang Pemilik Kedai Tokyo, Fitra Rizki (29) mengaku, pihaknya datang ke acara Jogja Airshow karena komunitasnya diundang oleh panitia acara tersebut. “Di Yogyakarta baru pertama kali jualan, itu karena ada undangan buat komunitas food truck untuk mengikuti acara International Jogja Air Show di Alun-alun Utara Yogyakarta pada 29-30 April,” katanya kepada Serikatnews.com di Alun-alun Utara, Sabtu (30/4).

Diketahui, Kedai Tokyo berdiri sejak 2005. Fitra memilih menjual jajanan Jepang tersebut karena bentuknya simpel dan disukai banyak orang.

Fitra menerangkan, peminatnya jajanan Jepang, khususnya di Semarang sudah sudah banyak dan prospeknya bagus. Dia menerangkan, saat tahun 2005, awalnya warga Semarang banyak yang belum tahu jajanan Jepang, sesudah setahun, orang-orang sudah bisa merasakan dan menikmati.

“Sekarang peminatnya sudah banyak. Kalau barang laris, kan banyak saingannya,” ujar Fitra.

Jajanan Jepang tersebut disukai banyak orang karena terjamin kehalalannya. Jajanan yang paling banyak peminatnya di Kedai Tokyo yakni Tokiyaki dengan rasa seafood, seperti udang, cumi-cumi, tuna, kepiting, dan sebagainya.

Kedai Tokyo punya empat cabangnya. Tiga di Semarang dan satu di Jepara. Mereka mempunyai satu mobil dan sisanya dua motir beroda tiga.

Kedai Tokyo di Semarang dan Jepara biasanya buka mulai dari jam setengah enam sore hingga jam 10 malam. Ketika momen seperti acara di Alun-alun utara itu, Kedai Tokyo buka dari pagi hingga malam.

Fitra menerangkan, per hari Kedai Tokyo bisa meraup keuntungan dari sekitar Rp 400 ribu sampai sekitar Rp 4-5 juta. Bahan jajanannya dibuat dan diracik sendiri untuk disesuaikan dengan mulut orang Indonesia.

Terkait hambatan, mereka beberapa kali pernah berurusan dengan Satpil PP, karena saat ini Kedai Tokyo masih berjualan di pinggir jalan. “Kalau sampai dibawa Satpol PP nggak pernah hanya diperingatkan saja. Rencana kedepan kami ingin punya resto sendiri,” ujar Fitra.

Terkait hal yang paling berkesan saat berjualan selama ini, yakni semakin banyak pelanggan yang ikut jualan jajanan Jepang seperti dirinya. Fitra mengaku, Kedai Tokya menjadi trand center di Semarang.

“Kita kan pionernya (penggagas) di Semarang. Kita jadi contoh. Jualannya pun, banyak yang ngikutin kita,” kata Fitra.

Fitra juga menjaskan, dirinya baru membuat komunitas food truck di Semarang tahun 2016 lalu. Kebetulan dirinya sebagai ketua komunitas food truck Semarang. “Anggotanya 10, tapi yang aktif lima karena sebagian masih kuliah dan ada yang cuti untuk mengerjakan skripsi,” ujarnya. (Arif K Fadholy)

Popular

To Top