Islam Moderat Harus Lebih Aktif

440

Pengalaman membuktikan, kehancuran suatu negeri karena orang-orang baiknya berdiam diri. Islam moderat jelas orang baik, yang toleran dan berakal sehat. Di Indonesia yg mayoritas muslim – islam moderat merupakan mayoritas.

Artinya yang sebenarnya mewarnai Indonesia seharusnya Islam moderat.

Namun karena terlalu pasif, lalai dan melakukan banyak pembiaran terhadap pandangan-pandangan ekstrem maka situasi seperti saat ini bisa terjadi.

Pembiaran terjadi sejak awal. Buku agama disekolah mengandung materi (misalnya tentang jihad) yang penulisannya ekstrem dan luput dari pengawasan. Tanpa kita sadar anak didik telah mendapat pandangan yang keliru. Lalu berakumulasi dengan tulisan di media sosial ataupun mendengar ceramah dari mubaliq yang penuh kebencian di masjid. Lengkap sudah gambaran kelalaian Islam moderat kita.

Apa yang harus dikerjakan secara aktif oleh Islam Moderat dan lembaga terkait?

Pertama, memberikan pengertian kepada anak, keluarga lingkungan dan lain lain, bahwa sikap dan pandangan ekstrem pada agama apapun akan menimbulkan pertentangan dan berpotensi memecah belah bangsa. Bahwa agama apapun harus membawa peradaban dan kemaslahatan untuk seluruh umat manusia.

Kedua, buku ajar tertulis harus berisi pandangan agama (apapun) yang baik dan benar, tidak ekstrem, mengajarkan toleransi dll tanpa mengurangi isi keimanan dan ketaqwaan. Isi buku harus dikontrol oleh yang berwewenang.

Ketiga, Kementerian Agama bersama MUI, KWI, DGI dan organisasi sejenis membuat kriteria terhadap mereka yang patut untuk memberikan ceramah- pelajaran terstruktur atau bebas. Dan masyarakat bisa melaporkan ke Kepolisian atau organisasi terkait bilamana menemukan guru atau penceramah yang bertindak, bersikap maupun mengisi bahan ajar yang ekstrem maupun intoleran.

Keempat, memberi pengertian kepada lingkungan dll bahwa agama apapun tidak pernah menyuruh pengikutnya untuk berfikiran sempit. Dimana kehidupan dijalani untuk kelak semata mata hidup diakhirat. Agama Islam dimasa jayanya justru sukses mengembangkan ilmu pengetahuan seperti ilmu pasti, kimia, kedokteran, astronomi dan lain-lain.

Baca Juga:  Tinjauan Hukum, Hak Guna Bangunan di daerah Istimewa Jogjakarta

Kelima, Islam moderat harus menjadi ujung tombak atau motor berprosesnya demokrasi yang baik dan benar di mana keadilan dan kebenaran dijunjung tinggi.

Keenam, Islam Moderat harus meneladani masyarakat untuk berpikir dengan akal sehat, menjauhi hoax, selalu berfikir positif dan membiasakan diri menemukan solusi atas persoalan-persoalan yang timbul.

Intinya adalah pada Islam Moderat yang aktif lah sebenarnya nasib kejayaan bangsa Indonesia dapat terlaksana.