JMSJ; Ajak Mahasiswa Membangun Desa, Membangun Indonesia

326
Foto : Tri

Yogyakarta, serikatnews.com – Jaringan Mahsiswa Sosiologi Se-Jawa (JMSJ) menyelenggarakan Musyawarah Besar IX (Mubes IX) di Interactive Center Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, UIN Sunan Kalijaga (12-14/05). Mengusung tema “Membangun Desa, Membangun Indonesia”. Acara ini dihadiri oleh 80 peserta dari 22 Universitas.

Sebagai tuan rumah atas terselenggaranya Mubes kali ini, Dr. Mochamad Sodik S.Sos., M.Si,. sekaligus sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, UIN Sunan Kalijaga menegaskan bahwa dengan tema ini, mahasiswa sosiologi berkesempatan untuk membangun peradaban melalui desa.

“Sosiologi umumnya memang berasal dari desa. Dari kampung ke kampus, dari kampus ke kampung lagi. Karena semua beradaban itu bermula dari desa. Desa sebagai jantung peradaban, namun seringkali dilupakan keberadaannya oleh kita,” Sambutnya, (12/05).

Menurutnya lagi, tema yang diusung kali ini memang terlihat menarik. Karena dengan cara pandang yang baru terkait pengembangan desa, maka akan menambah semangat akan adanya kemajuan yang lahir dari desa. Apalagi dengan diadakannya sarahsehan desa bertemakan “Memperkuat Masyarakat Desa sebagai Subjek Pembangunan” yang dihadiri oleh Dra. Hj. Sri Muslimatum, M. Kes. selaku Wakil Bupati Sleman Yogyakarta.

Abdul Majid, selaku ketua panitia menjelaskan bahwa meskipun menjadi tuan rumah, namun sesungguhnya acara ini sukses diselengarakan dan dibantu oleh semua Universitas yang tergabung dalam JMSJ Koordinator Wilayah III. “Kowil III ada UIN, baikn Sosiologi FISHUM maupun Agama, UGM, UNY, Widyamataram, Serta Atmajaya, yang ikut serta mensukseskan acara ini,” Jelasnya.

Koordinator Umum JMSJ, Dio Anggara mahasiswa Universitas Indonesia merasa senang karena antusias mahasiswa sosiologi terlihat lumayan besar. “Alhamdulillah, Mubes kali ini diikuti oleh 80 peserta dari 22 Universitas. Kita memang memiliki beberapa isu, sebagai tema yang akan kita usung. Menurut saya, tema membangun desa ini sangat menarik, apalagi kajian mahasiswa Sosiologi UI itu berbasis perkotaan. Padahal sesungguhnya, masalah-masalah di perkotaan itu lahir dari desa,” Ujar Dio.

Baca Juga:  Bersama Menjaga Keberagaman

Muhammad Al-Faqih sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HM-PS) Sosiologi UIN, menegaskan bahwa semangat dari penggerak JMSJ menjadi penting. Supaya, tema yang tertulis diatas kertas dapat terealisasi. “Yang paling penting ialah semangat dari para penggeraknya,” Jelas Faqih.

Sementara itu, Candra Maulana selaku mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga asal Sragen, berharap bahwa tema yang diusung tidak berhenti sampai di sini. Namun ada kelanjutkan khususnya bagi mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Sosiologi Se-Jawa.

“Reproduksi gagasan-gagasan, pengayaan wacana ini memang harus diimbangi dengan realitas praksis. Semoga bisa diwujudkan dalam bentuk-bentuk kegiatan sosial di beberapa desa yang ada di wilayahnya masing-masing,” Ujar Candra. (Tri)