Jokowi dan Harun Ar-Rasyid

Entah mengapa hari ini hati saya tergerak dan tertarik untuk menulis suatu hal tentang Joko Widodo (atau lebih akrab dipanggil Jokowi) presiden RI ke-7 dengan Khalifah Harun Ar-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah (750-1517 M).

Sedikit cerita tentang Khalifah Harun Ar-Rasyid sepengetahuan saya.

Harun Al-Rasyid lahir di Rayy pada tahun 142 H/ 766 M dam wafat pada tahun 193 H/809 M. Harun Ar-Rasyid merupakan khalifah ke-5 dari kekhalifahan dinasti Abbasiyah. Harun Ar-rasyid adalah seorang khalifah yang taat beragama, saleh dan dermawan, hampir sama dengan khalifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Ummayah).

Sebelum menjadi khilafah, Harun Ar-rasyid diangkat sebagai Gubernur di As-siafah tahun 779 M dan di Maghrib pada tahun 780 M, selanjutnya beliau diangkat sebagai khalifah pada September 786 M dengan usia 23 tahun.

Foto Biro Pers Setpres

Dibawah kepemimpinannya, Baghdad menjadi mercusuar kota “1001 Malam” yang tidak ada tandingannya di dunia pada abad pertengahan. Beliau sangat mencintai Ilmu Pengetahuan, beliau sangat memperhatikan para Ilmuwan dan budayawan ilmu pengetahuan.

Adapun kebijakan khalifah Harun Ar-rasyid yang telah menjadikan peradaban Islam semakin tinggi dan telah membawa masa kejayaan bagi dinasti abbasiyah adalah sebagai berikut :

1. Mewujudkan keamanan, kedamaian serta kesejahteraan rakyat.
2. Membangun kota Baghdad dengan bangunan-bangunan megah.
3. Membangun sarana pendidikan, kesehatan, dan perdagangan
4. Mendirikan Baitul Hikmah sebagai lembaga penerjemah yang berfungsi sebagai perguruan tinggi, perpustakaan, dan laboratorium penelitian.
5. Membangun majelis Al-Muzakarah, yakni lembaga pengkajian masalah-masalah keagamaan yang diselenggarakan di rumah-rumah, masjid-masjid dan istana.

Lalu, apa kaitannya dengan Jokowi?

Joko widodo (Jokowi/Pakdhe sapa akrabnya) ialah Presiden RI ke-7. Beliau lahir di Surakarta, 21 Juni 1961. Jokowi menjabat sebagai Presiden sejak 20 Oktober 2014 lalu. Sebelumnya, Jokowi pernah menjabat sebagai Walikota Solo (28 Juli 2005 – 1 Oktober 2012), kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta (15 Oktober 2012 – 16 Oktober 2014).

Baca Juga:  PRONA, Baru Dimasa Jokowi Rakyat Punya Sertifikat Tanah Gratis
Foto Biro Pers Setpres

Bisa dibilang, kepemerintahan Jokowi ini merupakan sebuah arah menuju masa kejayaan Indonesia di mata dunia. Sebab untuk beberapa bulan terakhir ini saja, Jokowi berhasil membawa “Duta Toleransi Muda” Indonesia menyebarkan misi perdamaian ke ranah Dunia. Jokowi juga telah dipercaya oleh PBB untuk menyebarkan misi perdamaian dunia, sesuai yang telah tercantum di dalam pembukaan UUD 1945.

Jokowi terkenal di mata rakyatnya sebagai pemimpin yang taat beragama, perduli sosial, berakhlak dan sangat mencintai rakyat dan para pemuka agama dari berbagai kalangan. Namun sayang beribu sayang, Jokowi dilanda jutaan fitnah dan hoax yang mengatakan ia PKI, antek aseng dan lain sebagainya. Padahal, tuduhan itu sama sekali tidak benar. Tidak ada bukti yang bisa dipertanggungjawabkan dari tuduhan-tuduhan busuk itu.

Bedanya dengan kepemimpinan Harun Ar-Rasyid, Baghdad menjadi mercusuar kota 1001 Malam, sedangkan Indonesia menjadi Negara 1001 Budaya.

Adapun sedikit kebijakan Presiden Joko Widodo yang telah/sedang dilakukan dalam membawa misi kejayaan Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Mewujudkan keamanan, kedamaian, persatuan, kesatuan serta kesejahteraan rakyat.
2. Membangun Infrastruktur dan membangun kemajuan peradaban di daerah-daerah terpencil yang tertinggal.
3. Membangun sarana-sarana persatuan Bangsa
4. Membangun Majelis dzikir Istana yang bernama “Hubbul Wathon” sebagai sarana dzikir untuk kedamaian Negara dan Dunia.
5. Menggalang persatuan dan kesatuan lintas agama, budaya, kepercayaan, perbedaan dan lintas generasi

Sebenarnya, banyak prestasi Jokowi yang patut diacungi jempol. Walaupun ada juga beberapa kebijakannya yang harus dikritisi, ditolak dan harus ditinjau kembali. Namun semua itu tidak membuat sosok Jokowi, pemimpin rakyat yang cinta kedamaian hilang semangat. Ia berusaha sekuat tenaga “Kerja Kerja Kerja” nyata untuk Indonesia. Bukan sekedar mimpi atau wacana biasa.

Baca Juga:  Negara Hadir Menjawab Tantangan Kesehatan Masyarakat Papua

Pada masa kepemimpinan Joko widodo ini, banyak rakyat yang merasa telah terbantu. Misalnya dengan adanya sumbangan dana desa, masyarakat desa bisa mengembangkan peradaban desa dengan dana tersebut untuk kepentingan bersama (membangun desa). Turun tangan langsung membantu masyarakat yang tertimpa bencana, juga peran aktif Joko widodo dalam mendukung dan menyebarkan misi perdamaian dunia melalui PBB. Di Indonesia, ia membentuk UKP-PIP untuk unit pembinaan Ideologi Pancasila, Badan Siber dan Sandi Negara untuk keamanan data-data Negara serta untuk mengusut tuntas penyebar dan penebar berita hoax, fitnah dan propaganda yang menjijikan juga merugikan rakyat.

Jadi, yang ingin saya sampaikan pada tulisan saya kali ini adalah kepemimpinan Joko widodo hampir sama dengan khalifah Harun Ar-Rasyid. Bukan saya memaksakan untuk menyamakan keduanya. Namun menurut saya, kepemimpinan keduanya “Hampir sama, namun tidak serupa”. Harun Ar-Rasyid khalifah yang membawa masa keemasan Dinasti Abbasiyah, sedang Jokowi adalah Presiden yang akan membawa Indonesia menuju masa keemasannya di ranah dunia. Semoga!

Tuhan memberkatimu Pakdhe.
Salam cinta kasih dari rakyatmu tercinta
Teruslah Kerja Kerja Kerja membangun kejayaan Negara Indonesia. Yakinlah bahwa Ibu Pertiwi pasti bangga mendengarnya.

Jokowi Presidenku, salam 2 periode.