“Kalau SEKEDAR Jadi Orang Indonesia, Saya Tidak Bangga!”

318

Mulai jenuh cenderung ‘eneg’ membaca tulisan-tulisan yang berbau SARA, dan hal-hal yang berkaitan dengan nasionalisme semu, membanggakan diri hanya karena terlahir pribumi, bahkan bangga karena beragama tertentu (yang dianut bukan dengan usaha & pencarian tapi murni hanya terlahir dari orang tua yang menganut agama tersebut)

Terlalu banyak orang sejak dulu sampai sekarang terjebak dalam kebanggaan atas hal-hal yang seharusnya tak cukup untuk dibanggakan. Kebanggaan sewajarnya adalah bila ada pencapaian tertentu atau prestasi yang didapat dari usaha dan kerja keras kita.

Bagi saya bukanlah sebuah ‘keahlian‘ apalagi prestasi terlahir sebagai orang Indonesia pribumi dari orang tua berdarah Minang dan Jawa, tidak juga memerlukan memeras otak dan kerja keras bagi saya untuk terlahir dari orang tua Muslim, sehingga saya pun Muslim dari lahir hingga sekarang.

Ketika kita sudah dapat menjadi orang Indonesia yang taat membayar pajak, berprestasi dalam bidang olahraga atau kesenian, sukses sebagai entrepreneur, telah memberikan kontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan dan menjadi Muslim yang punya rasa welas asih yang tinggi, sering beramal, menyayangi anak yatim dan dhuafa, melakukan kebaikan-kebaikan secara konsisten; ini semua baru pantas membuat kita bangga.

Tidak! Saya tidak bangga karena SEKEDAR terlahir sebagai Pribumi Muslim Indonesia karena itu semua bukan dari hasil daya upaya bukan juga karena keahlian saya.

Sekjen Pengurus Besar (PB) Indonesia Muda

Baca Juga:  Belajar "Membaca"