Kalimat Tauhid Menjadi Dagangan Politik Demi Kekuasaan

488

SERIKATNEWS.COM – Sekelompok Mahasiswa yang terdiri dari PMII KOMFUSPERTUM, Himpunan Mahasiswa Jurusan Aqidah Filsafat Islam-Ilmu Tasawwuf, Himpun Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir-Ilmu Hadis, dan DEMA Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Kamis (1/11/2018), melaksanakan deklarasi untuk menolak politisasi tauhid yang belakangan ini nyaris digunakan senjata Politik oleh beberapa kelompok tertentu demi menunaikan kepentingannya.

Deklarasi ini dihadiri kurang lebih 100 Mahasiswa dan diawali pada Jam 16.00 WIB dengan Tahlil dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa. Dilanjutkan dengan Orasi Kebangsaan di gedung Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, kemudian diakhiri dengan deklarasi penolakan terhadap politisasi tauhid.

Ach. Sayuthi, selaku Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia (FKMTHI), menyampaikan dalam orasinya bahwa menolak terhadap digunakannya kalimat tauhid guna memuluskan kepentingan Organ dan Partai tertentu.

“Selain itu, lahirnya Aksi Bela Tauhid itu hanya kedok saja bahwa dibalik itu semua kepentingan Cukong-Cukong yang mau merongrong NKRI ini. Kami sudah sepakat bahwa NKRI, Pancasila dan UUD 1945 Sudah Final menjadi dasar Negara kita,” tegas Ach. Sayuthi.

Di akhir orasinya, dia mengajak kepada seluruh Mahasiswa Indonesia ikut bergabung dalam berjuang mengusir cukong-cukong HTI di kampus masing-masing.

Berikut lima poin deklarasi bersama menolak politisasi kalimat tauhid:

1. Menolak kalimat tauhid untuk dijadikan alat kepentingan kelompok tertentu

2. Menolak bendera yang bertuliskan kalimat tauhid dijadikan alat politik apa pun

3. Mengutuk keras pemakaian kalimat tauhid di bendera organisasi yang dilarang negara

4. Mengecam pihak-pihak tertentu yang mempolitisasi kejadian pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid di Garut

5. Mendukung Ansor/Banser untuk terus menjaga NKRI dari paham tertentu yang sifatnya sesat atau dilarang di Indonesia

Baca Juga:  PT Biofarma Suplai Vaksin ke 50 Negara Islam