Kampus Diharapkan Jadi Pusat Gerakan Pemberantasan Korupsi

29
Kampus Diharapkan Jadi Pusat Gerakan Pemberantasan Korupsi

SERIKATNEWS.COM – Perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat gerakan akademis pemberantasan korupsi dan mendorong pemberantasan korupsi di tingkat lokal maupun nasional. Hal ini dinilai sangat penting sebagai bagian pembangunan manusia untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

“Sudah saatnya perguruan tinggi menjadi pusat gerakan akademis pemberantasan korupsi,” kata Saut Situmorang (Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi), saat memberikan kuliah umum “Menuju Indonesia Bebas Korupsi Bersama Perguruan Tinggi” di Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (17/9/2018).

Kuliah umum ini diikuti 300 peserta dari mahasiswa dan dosen UNY. Saut Situmorang mengatakan, kunci dari penegakan hukum adalah kesadaran dan ketaatan hukum dari pihak masyarakat, penegak hukum dan penyelenggara negara. Di sinilah, peran perguruan tinggi sangat penting untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat dalam penyelenggaraan negara.

Menurutnya, KPK selama ini telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi. Mulai dari dukungan ahli, eksaminasi putusan hasil korupsi, penulisan jurnal integritas, perekaman persidangan, pusat studi hingga kurikulum antikorupsi.

“Tata kelola kampus sangat baik yaitu membangun kesadaran dan komitmen antikorupsi masyarakat kampus, peningkatan kapasitas masyarakat kampus, penerapan sistem yang transparan dalam pengelolaan berbasis elektronik, penguatan pengawasan internal kampus, membuka akses informasi kepada seluruh masyarakat kampus,” ujarnya.

Saut menjelaskan, perlu ada penindakan dan pencegahan terintegrasi dalam penanganan korupsi, yakni melalui edukasi, perbaikan sistem dan penindakan dengan melibatkan peran serta masyarakat. Sebab korupsi berpengaruh terhadap pembangunan manusia Indonesia.

Indonesia memiliki jalan panjang dalam berperang melawan koruptor. Pada 2017, posisi Indonesia turun dari 32 ke posisi 37 negara paling koruptor. Ini tidak lepas dari kerja keras KPK dalam melawan korupsi meskipun ada tentangan keras dari berbagai pihak.

Baca Juga:  DPC MPII Probolinggo Mengajak Pemuda Tidak Apatis Terhadap Konflik Rohingya

Rektor UNY Sutrisna Wibawa mengatakan kedatangan Wakil Ketua KPK sangat bermanfaat untuk membangun integritas kalangan perguruan tinggi. Kuliah ini sangat perlu untuk memberikan pemahaman integritas kepada mahasiswa dan civitas akademika.

“Mahasiswa perlu dibekali dengan integritas agar terhindar dari korupsi,” ucapnya.

Salah satu peserta Febriana Dwi Fatinah mengaku senang ikut kuliah umum oleh Wakil Ketua KPK. Setidaknya dia bisa mendapatkan tambahan wawasan tentang sepak terjang KPK dalam memberantas korupsi.