Kecenderungan 14 Februari Sebagai Hari Valentine

“Perlukah Islam mengatakan Hari Valentine sebagai bentuk menuhankan Yesus, mendedikasikan diri mempercayai agama kristiani itu benar? Dan valentine adalah Ritual umat kristiani kepada nenek moyangnya.”

Tetap perlu kita jaga apa makna dari hari valentine, kita perlu subtansikan valentine itu dalam diri dan perilaku kita sebagai umat islam. Tidak perlu melarang tapi perlu membatasi perilaku saja, karna sebenernya agama islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk tidak memberi kebahagian kepada sesama umat manusia.

Valentine ditandai sebagai hari dimana semua umat manusia melimpahkan kasih sayangnya kepada orang yang ia cintai, dan kita ketahui umat kristiani sebagai pengemuka hari kasih sayang (Valentine). Sejarah hari Valentine tercipta di era Romawi yang menginspirasi kepada agamanya, tuhannya, dan ke sesama umat kristiani.

Persepsi saya katakan itu semua berbentuk yang senyatanya. Akan tetapi, tidak seharusnya jika umat islam men-justifikasi bahwa valentine haram bagi umat islam. Sangat over jikalau kita hanya melihat sejarahnya, dan melihat doktrin mistis dalam kurun waktu ribuan tahun lahirnya peringatan Valentine.

Kecenderungan Hari Valentine sebagai peringatakan kasih sayang umat kristiani adalah kebenaran yang diakui. Bentuk memperingati valentine-lah yang perlu kita kritisi dan diklarifikasi bagi kebanyakan umat islam yang memperingatinya. Karna memperingati adalah bentuk inspirasi kita terhadap hari tersebut. Akan tetapi kita perlu belajar dari Syiar Sunan Kalijaga di Tanah Jawa yang Notabene masyarakat sekitar menganut agama Hindhu-Budha yang tidak mengurangi budaya dan tradisi, dengan prinsip mempertahankan budaya dan tradisi yang lama dan baik, serta memasukkan nilai islam yang awalnya dianggap asing. Alhasil, masyarakat terbuka untuk menerima dakwah ajaran islam yang disampaikan oleh Walisongo. Dari sini bisa digaris bawahi pemaknaan simbol non islami yang di masukkan nilai islam sehingga terbentuklah kemegahan dan kesejahteraan umat islam yang mengedepankan ibadahnya kepada sang pencipta. Bentuk Valentine sangat bagus, yang artinya saling memberi kasih sayang dan peduli kepada sesama umat manusia.

Baca Juga:  Ferry Juliantono; Harapan Baru Untuk Masyarakat Jateng

Sebagai umat islam kita hanya perlu memberi nilai keislaman dalam hari Valentine sebagaimana kita lakukan dengan meningkatkan rasa positive thinking dalam beragama, mendekat diri kepada sang kholik rasa cinta dalam beribadah, peduli orang”yang terdampar dipinggir jalan/kolong jembatan dan menambahkan porsi rasa kasih sayang kepada sesama umat islam. Hal tersebut sangat bermanfaat, tidak menghilangkan bentuk kasih sayang tapi memaknainya dengan begitu jeli dalam toleransi beragama.

Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebutHadist Rasululloh SAW, diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Perlu kita pahami Hadist ini, kebanyakan orang mengatakan bahwa hadist ini sebagai bukti haramnya hari valentine bagi umat islam yang memperingatinya. Mari kita luruskan persepsi dengan mengkajinya dengan makna hadist tersebut. Hadits tersebut maksudnya dalam bentuk;
Berpenampilan dengan pakaian mereka
Berperilaku seperti gaya hidup mereka
Beretika dengan etika mereka
Berjalan di atas jalan hidup dan petunjuk mereka

Berpakaian seperti pakaian mereka dan
Mengikuti sebagian perilaku mereka
Ini semua termasuk perbuatan yang menyerupai perilaku diatas dan meniru kebiasaan tersebut (pernyataaan diatas berasal dari fatwa syaikh Muhammad Umar Salim Bazmul) dalam hadist yang bersangkutan “ Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.” Sabda Beliau Shallallaahu alaihi wa sallam.

14 februari sebagai Hari Valentine, bukan waktu untuk mengharamkan hal tersebut. Bukan waktu mendebatkannya tapi waktunya kita memberikan nilai keislaman dalam hari tersebut dan menghindari kemaksiatan yang sering terjadi karna pemaknaan yang salah terhadap hari valentine. Jika Sunan Kalijaga mnyiarkan islam, menjaga kebiasaan tradisi hindhu-budha (keminyan dll) dengan mengalihkan niat dan nilai islam. Kenapa tidak? Mengubah valentine menjadi valentine versi islam. Sah – sah saja asalkan tidak menyekutukan Tuhan dan jauh dari larangan Tuhan.

Baca Juga:  Manuver Cak Imin Melamar Cawapres Oposisi

*Penulis Ketua Bidikmisi Angkatan 2016 UIN SUKA. Mahasiswa Jurusan Filsafat UIN SUKA yogyakarta

Penikmat tidur dan suka begadang,Ketua Bidikmisi Angkatan 2016 UIN SUKA yogyakarta Mahasiswa Jurusan Filsafat UIN SUKA yogyakarta