Olahraga

Kedalaman Squad Menjadi Pembeda di Final Liga Champions

Foto: Nobar Final Liga Champion Bersama Menpora (SerikatNews)

Real Madrid telah menjadi juara liga Champions UEFA 2018 di Kyiv dengan mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1 Minggu dini hari lalu.

Diluar kejadian-kejadian seperti cideranya Mo Salah dan aksi Ramos menyikut Loris Karius yang belakangan menyebabkan ratusan ribu orang membuat petisi agar Ramos diberi sangsi, ataupun bunder konyol yang dilakukan kiper Liverpool Loris Karius yang menyebabkan 2 goal Real Madrid terjadi, yang menjadi pembeda tentunya adalah kedalaman squad pada ledua team.

Kita melihat bagaimana berubahnya permainan saat Liverpool kehilangan Mo Salah dipertengahan babak I, pressing yang dilakukan pemain-pemain Liverpool hingga 3/4 lapangan bagai hilang ditelan bumi, dan pasukan Real Madridpun lebih leluasa menguasai pertandingan (penguasaan bola 61-39%). Adam Lalana yang masuk menggantikan Mo Salahpun tidak bisa berbuat banyak. Sementara pergantian pemain Real Madrid Dani Carvahal yang juga cidera tidak membuat banyak perubahan di pertandingan ini.

Pemain-pemain belakang Liverpool sebenarnya berhasil meredam top skor Liga Champions Christiano Ronaldo, namun blunder pertama kiper Liverpool Loris Karius membuat Karim Benzema bisa mencetak goal pertama bagi El Real.

Liverpool memang bisa merespon cepat dengan Goal dari Sadio Mane, namun masuknya Gareth Bale menggantikan Isco yang bermain tidak terlalu baik menjadi titik balik pertandingan ini.

Gareth Bale sendiri akhirnya bisa mencetak 2 goal, yang pertama merupakan goal salto yang sangat cantik dan goal kedua juga merupakan blunder kedua Loris Karius yang gagal mengantisipasi tendangan Bale.

Masuknya Emre Can dikubu Liverpool juga tidak membantu banyak.

Disinilah kita bisa melihat bagaimana kedalaman squad Real Madrid, pemain sekelas Gareth Bale meski tidak menjadi starting line up, namun bisa mengubah jalannya pertandingan. Sementara Liverpool meski memiliki Adam Lalana, ataupun Emre Can, kedua pemain yang baru sembuh dari cidera tersebut tidak bisa membuat permainan tim menjadi berkembang. Kedepannya hal ini yang harus menjadi perhatian bagi Jurgen Klopp.

Harapan Liverpool kedepan

Sejauh ini Liverpool sudah berada dijalur yang tepat dengan Jurgen Kloop, capaian 2 final liga Eropa dan 2 tahun berurutan selalu masuk liga Champions adalah arah yang cukup bagus dalam usaha mengembalilan kejayaan Liverpool.

Namun berkaca kepertandingan Final Liga Champions, kedalaman squad harus menjadi prioritas utama menyambut musim selanjutnya.

Klopp harus memilih pemain-pemain yang tepat dengan gaya bermain Liverpool setepat memilih Mo Salah tahun lalu.

Masuknya Naby Kieta ataupun Nabil Zekir (masih rumor) bisa menjadi pilihan menutup kebolongan dalam kedalaman squad. Juga harus dipikirkan memperkuat barisan belakang yang menjadi tandem Virgil Van Dijk ataupun pelapus bagi Andrew Robertson dan Trend Alexander Arnold yang dimusim ini menunjukan peningkatan yang signifikan.

Disektor penjaga gawang, bila tetap ingin mempertahankan Loris Karius, maka Liverpool harus memiliki pelapis yang memiliki kualitas. Iker Casillas bisa menjadi opsi untuk ini. Pengalamannya tentu bisa digunakan membantu Karius mengembangkan kemampuannya. Dan Casillas sendiri adalah kiper yang bagus dan sangat teruji di liga domestik maupun Liga Eropa bahkan ditingkat internasional.

Didepan, meskipun Liverpool memiliki Trio Firmansah (Firmino, Mane dan Salah) yang begitu trengginas musim ini, Liverpool harus memiliki pelapis yang sepadan dengan mereka.

Bila hal itu dilakukan dengan tidak kehilangan pemain-pemain kunci saat ini, bukan tidak mungkin Liverpool akan lebih membuat kejutan ditahun-tahun kedepan bail di Liga Domestik ataupun Eropa.

Pemerhati Politik dan Sepak Bola,
Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) 2016-sekarang,
Aktivis Rumah Gerakan 98

Popular

To Top