Kegagalan Timnas U19 Adalah Cermin Gagalnya Rezim Edy Rahmayadi

165

SERIKATNEWS.COM- Tim Nasional Indonesia U19 gagal mempersembahkan mahkota juara pada gelaran Piala AFF U19 setelah dikalahkan oleh Timnas Malaysia lewat adu pinalti yang berlangsung di Gelora Sidoarjo. Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro menilai bahwa kegagalan ini merupakan cerminan kegagalan PSSI dibawah kepemimpinan Edy Rahmayadi.

“Kegagalan ini cerminan kegagalan rezim Edy Rahmayadi dalam memimpin organisasi PSSI, bagaimana sepak bola tingkat usia dibebani dengan target juara itu adalah hal yang memberatkan bagi timnas Garuda muda. Ditingkatan umur seperti itu harusnya lebih pada pembibitan, sehingga tidak perlu memaksakan pemain seperti Egy Maulana Fikri yang sedang fokus di klub barunya di Polandia untuk hadir dan bermain di kejuaraan ini.” Ujar Indro.

Ignatius Indro yang juga merupakan aktivis Rumah Gerakan 98 ini menambahkan PSSI seharusnya membangun sistem kompetisi yang baik untuk tingkatan umur sehingga pembibitan berjalan dengan baik untuk sepak bola Indonesia.

“Kegagalan Rezim Edy Rahmayadi ditunjukan dengan tidak adanya sistem kompetisi yang baik dan professional khususnya ditingkatan usia muda bukan hanya melakukan seleksi lewat jalur instan seperti yang dilakukan saat ini. Kita bisa berkaca pada kompetisi-kompetisi usia muda di negara-negara eropa seperti Inggris, Spanyol, jerman dan yang lain, karena dilakukan dengan baik maka menghasilkan pemain-pemain kelas dunia seperti yang saat ini bermain di Piala Dunia Rusia” tegasnya.

Indro juga mengatakan kegagalan ini tidak bisa dilimpahkan kepada pemain dan pelatih yang telah berjuang dengan keras dalam kejuaran ini, karena kegagalan ini lebih karena keengganan PSSI untuk menciptakan sebuah sistem yang baik di sepak bola Indonesia.

“Apresiasi terhadap perjuangan para pemain dan pelatih dan staf harus diberikan, namun karena PSSI tidak ada niat memperbaiki sistem yang ada, maka hasilnya tentu akan selalu mengecewakan bagi pecinta sepak bola tanah air. Untuk itu rezim Edy Rahmayadi harus berakhir dan harus segera dilakukan konggres luar biasa PSSI.” Ujarnya.

Baca Juga:  Jerman Melawan Kutukan Juara Bertahan

Ketidak seriusan kepengurusan PSSI juga ditambah dengan dibiarkannya jabatan rangkap yang akan diemban oleh ketua umumnya Edy Rahmayadi. “kita bisa menilai bahwa Rezim PSSI saat ini membiarkan ketua umumnya memilik jabatan rangkap dengan jabatan sebagai Gubernur terpilih Sumatera Utara. Bagaimana bisa fokus untuk bekerja Kalau begini tidak heran dengan makin suramnya masa depan sepak bola Indonesia” tutup Indro.