Keluarga Mahasiswa Betawi: Mari Aplikasikan Nilai-Nilai Leluhur Betawi di HUT Jakarta ke 491

916

SERIKATNEWS.COM- Mengutip perkataan sejarahwan Jakarta, Bung J J Rizal, ia mengatakan bahwa acara HUT Jakarta tahun ini berbeda dengan dahulu, biasa Pemerintah dan Masyarakat merayakan acara terfokus di kawasan darat. HUT Jakarta Ke 491 berlangsung di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Utara, seperti ingin mengingatkan kepada sejarah Jakarta, bukan hanya soal daratan saja akan tetapi daerah betawi mempunyai histori tentang kehidupan orang pesisir dan orang laut juga.

Membaca dalam buku-buku sejarah, pasti kita akan di ingatkan dengan peristiwa lampau tentang perebutan suatu daerah yang bernama Sunda Kelapa. Perebutan terjadi sampai akhirnya Kerajaan di Nuantara harus berperang dengan Bangsa. Daerah pesisir Jakarta sudah sejak dahulu menjadi pusat peradaban bagi masyrakat terdahulu, karena sunda kelapa menjadi pusat Perdagangan Internasional.

Sayangnya pembangunan Kota Jakarta tidak merujuk pada aspek budaya dan sejarah. Pembangunan jakarta hanya sibuk untuk melakukan Industrialisasi di perkotaan, ini dilakukan di kawasan darat saja, padahal potensi Jakarta sangat besar selain menjadi pelabuhan dan tempat nelayan mencari ikan
.
Pada kesempatan kali, penulis mempunyai kesempatan baik untuk mewawancarai Pimpinan Pusat Keluaraga Mahasiswa Betawi (PP.KMB) M.Farhan melalui jaringan Whastup. Pria 24 tahun ini mengukapkan rasa bangganya serta banyak harapnya kedepanya untuk Kota Jakarta dan Generasi muda Jakarta di Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta Ke 491. Jumat 22 Juni 2018.

Mahasiswa Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an atau bisa disingkat PTIQ Jakarta ini, berharap para generasi muda betawi terus menjaga budi pekerti yang baik, serta menjaga budaya keliterasian diberbagai bidang keilmuan. Kedepanya mahasiswa dan pelajar betawi dapat melahirkan kaum intelektual-intelektual baru untuk mengisi diberbagai sektor lini dunia pekerjaan, sebagai wujud estafet kependidikan karakter para senior betawi yang sudah sukses dan ternama.

Baca Juga:  Lestarikan Budaya Cirebon Melalui Edukasi Seni Tari Topeng

Menurut Farhan tantangan terbesar didepan adalah masalah keliterasian dalam berbagai ilmu pengetahuan yang serta pengaplikasian nilai-nilai leluhur betawi di kehidupan sehari-hari. Apalagi sekarang tentang budaya betawi dapat dibaca, bisa didengar dan bisa diteliti tentang kebetawian.

TB sapaan akrab nya mengatakan bahwa hidup betawi di Era Milenial berbeda dengan generasi muda betawi zaman dahulu, generasi muda betawi sekarang dituntut harus dapat menjadi pemuda yang produktif ,professional humanis dan smart di semua bidang keilmuan serta dapat menguasai teknologi zaman sekarang.

Ia juga berpesan kepada generasi muda Jakarta khususnya betawi agar sadar dengan zaman, bagi mereka yang terjerumus Narkoba dan Pergaulan bebas kota Jakarta untuk cepat berubah atau punah. oleh karenanya perubahan itu harus mulai dari dalam pribadi. Keluarga mahasiswa betawi juga berniat untuk merangkul semua yang sudah terjerumus, atau yang baru sedikit-sedikit mencoba barang haramtersebut. Melalui pendekatkan dan etika komunikasi yang baik ia berharap kedepanya bisa berkerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membatu memberikan penyuluhan kepada mereka yang salah pergaulan.