Kiai Ma’ruf : Tidak Mustahil Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

29

SERIKATNEWS.COM- Berkaca pada kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018, tentu Indonesia harus optimis untuk bisa mengadakan event internasional seperti Piala Dunia Sepak Bola. Hal tersebut dikatakan calon Wakil Presiden Kiai Haji Ma’ruf Amin saat menerima kunjungan Pengurus Pusat Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) di kediamannya di kawasan Menteng Jakarta Pusat Minggu, 6 Januari 2019.

“Kita harus optimis, menjadi tuan rumah Piala dunia bukanlah sebuah hal yang mustahil bagi Indonesia, ini sudah terbukti dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang sukses. Dan juga pembangunan infrastruktur yang selama ini dilakukan pemerintah tentu menjadi modal bagi pelaksanaan event sebesar Piala Dunia,” ujarnya.

Namun Kiai Ma’ruf mengingatkan, untuk mengadakan event tersebut ada syarat utama yang harus dipenuhi yakni sehatnya persepakbolaan nasional.

“Untuk sampai ke sana tentu sepak bola kita harus sehat. Tidak ada lagi mafia seperti saat ini. Kalau sehat tentu prestasi timnas kita juga akan meningkat,” ujar Kiai Ma’ruf.

Untuk itu Cawapres nomor 01 ini berjanji, bila dirinya dan Capres Joko Widodo terpilih kembali maka akan berusaha membuat perbaikan persepakbolaan Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk mengajak seluruh stake holder sepak bola Indonesia untuk bersama-sama membangun sepak bola yang bersih, dengan perbaikan sistem pembinaan dan kompetisi yang baik dan terukur, kita bisa mencontoh Negara-negara yang memiliki kompetisi yang baik seperti Inggris dan negara-negara Eropa lainnya,” kata kiai penggemar sepak bola itu.

Regulasi

Kiai Ma’ruf juga mengingatkan pentingnya perbaikan regulasi persepakbolaan di Indonesia termasuk membuat payung hukum untuk suporter, karena sampai saat ini belum ada payung hukum yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi suporter dalam menyaksikan suatu pertandingan.

“Regulasi sepak bola itu penting, harus ada perbaikan. Termasuk untuk suporter. Bagaimana suporter bisa merasa nyaman dan aman dalam menonton kalau tidak ada payung hukumnya. Tapi harus diingat, bila sudah dibuat, tentu semua pihak harus menghargai regulasi itu sendiri, termasuk misalnya adanya hukuman untuk pelaku pelanggaran,” tutur Kiai Ma’ruf.

Baca Juga:  Parpol Koalisi Prabowo-Sandiaga Tak Solid