Komando Aksi Sukarelawan dan Gema Banteng Indonesia Peduli Bencana Yogya

606

Yogyakarta, SERIKATNEWS.COM – Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Yogyakarta dalam minggu terakhir ini menjadikan berbagai elemen kemasyarakatan terketuk hatinya untuk terjun membantu keluarga yang terkena musibah. Salah satu kabupaten yang mengalami rusak parah adalah Kulon Progo, Bantul, dan Gunung Kidul.

Melihat kondisi korban bencana alam yang amat memprihatinkan ini, Komando Aksi Sukarelawan (Komakkar) dan Generasi Muda Barisan Penegak Trisakti Bela Bangsa Indonesia (Gema Banteng Indonesia) DI. Yogyakarta terjun lapangan untuk membantu meringankan para korban dengan membagikan logistik ke posko penampungan korban bencana.

Senin (4/12/), Tim Gabungan dari Komakkar DKI Jakarta dan Gema Banteng Indonesia DIY menyalurkan bantuan sembako ke lokasi bencana di Dusun Balong Banjarsari Kec. Samigaluh Kulon Progo. “Hari ini kita terjun ke lokasi-lokasi yg terkena musibah. Perjalanan pertama dimulai dari Posko Penanggulangan Bencana Karangsari, Pengasih, menuju Dusun Ngoro Karangsari, Kulon Progo. Barusan penyerahan logistik langsung diterima oleh Dukuh Dusun Balong IV. Selanjutnya, besok pagi kita terjun ke daerah Dlingo, Bantul.” Ungkap Oscar Sulaiman, perwakilan dari Komakkar DKI.

Ditanya soal bantuan, ketua Gema Banteng Indonesia DIY, Hasan Maali, mengungkapkan bahwa dana yang terkumpul merupakan sumbangan dari Pengurus Pusat, ditambah hasil penggalangan dana. “Dari beberapa hari yang lalu kami melakukan penggalangan dana untuk meringankan saudara kita yang terkena musibah. Kami merasa terpanggil untuk meringankan beban korban bencana alam di Yogyakarta. Walaupun jumlahnya tidak seberapa, kami tetap berusaha untuk membantu saudara kita yang terkena musibah dampak Siklon Tropis,” Ungkap Hasan Maali.

Hasan menambahkan, bahwa penggalangan dana dilakukan langsung oleh beberapa peserta kegiatan Kemah Pemuda Indonesia, yang sehari sebelum terjadinya bencana banjir dan longsor dilaksanakan selama tiga hari (24-26/11/) di Waduk Sermo, Kulon Progo.

Baca Juga:  Kodrat Indonesia Mengelola Keberagaman

Menanggapi femonena bencana alam di sejumlah daerah di Indonesia, Ketua Umum Banteng Indonesia, I Ketut Guna Artha mengomentari bahwa potensi bencana yang sewaktu-waktu bisa mengancam secara tiba-tiba, diperlukan mitigasi bencana dan deteksi dini (early warning system) agar dampak bencana secara fisik maupun korban jiwa bisa diminimalisir.

Menyadari begitu pentingnya membangun kesadaran masyarakat atas pentingnya pengetahuan kebencanaan maka sesungguhnya negara telah hadir melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Cuaca dan bencana tidak dapat dianalisa secara pasti namun hanya bersifat prakiraan, prediksi dan probabilitas (kemungkinan).

“Sebagai bagian dari masyarakat berperan aktif dalam membantu tugas negara untuk hadir menghadapi bencana, maka Komando Aksi Sukarelawan Banteng Indonesia dan Gema Banteng Indonesia DI. Yogyakarta yang keduanya merupakan sayap ormas Banteng Indonesia turut serta melaksanakan aksi tanggap bencana dengan menerjunkan tim dan bantuan logistik di beberapa daerah yang ada di Yogyakarta.” Pungkas I Ketut Guna Artha. (Hend/Aim)