KPU: Diberikannya Kisi-Kisi ke Paslon Tak Akan Hilangkan Esensi Debat

28

SERIKATNEWS.COM – Arief Budiman selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), meyakinkan bahwa diberikannya kisi-kisi pertanyaan ke kandidat sebelum pelaksanaan debat Pilpres tidak akan menghilangkan esensi debat.

Menurut Arief, dengan metode tersebut, debat Pilpres 2019 justru akan menjadi lebih menarik dibanding debat-debat sebelumnya.

Sebab, dalam debat kali ini, akan ada dua metode yang diterapkan dalam empat segmen. Dua metode tersebut adalah metode terbuka, yakni kisi-kisi pertanyaan diberikan ke paslon sebelum debat.

Sementara di dalam metode tertutup akan memungkinkan pasangan calon saling melempar pertanyaan.

Dua metode lontaran pertanyaan itu menyediakan waktu yang lebih panjang bagi kandidat untuk berdebat.

“Debat kali ini sebetulnya lebih menarik dibanding debat-debat sebelumnya, karena debat yang dulu-dulu sesi debat baru terjadi di segmen-segmen terakhir,” kata Ketua KPU, Arief Budiman di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Arief menerangkan, meskipun paslon sudah lebih dulu diberi tahu kisi-kisi debat, tetapi mereka tidak benar-benar tahu pertanyaan mana yang akan diajukan saat debat. Sebab, dari 20 kisi-kisi yang diberikan, hanya akan muncul 1 pertanyaan per 1 tema untuk setiap paslon.

Pertanyaan yang akan diberikan itu akan dipilih sendiri oleh paslon melalui sistem undian.

“Pasangan calon pun tidak tahu pertanyaan nomor berapa yang mereka jawab. Jadi sebetulnya ya masih setengah-setengah. Setengah terbuka,” ujar Arief.

Debat perdana Pilpres 2019 akan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kamis, 17 Januari 2019. Tema yang diangkat adalah hukum, HAM, terorisme dan korupsi.

Peserta debat pertama adalah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Debat perdana ini akan disiarkan oleh empat lembaga penyiaran, yaitu TVRI, RRI, KOMPAS TV, dan RTV.

Baca Juga:  Menko Polhukam Apresiasi Kemajuan Daerah Dalam Pelayanan Publik Berbasis Teknologi

Setelah debat pertama, debat kedua rencananya akan diselenggarakan 17 Februari, debat ketiga 17 Maret, dan keempat 30 Maret.

Sementara debat terakhir belum ditentukan tanggalnya lantaran KPU dan tim kampanye masih akan mengecek jadwal masing-masing pasangan calon.