Opini

Krisis, atau Menjadi Oposisi Yang Kritis Konstruktif?

Kepahlawanan di Mata Kids Jaman Now

Foto: Dok, Pribadi

Oleh:Jeannie Latumahina

Oposisi yang miskin strategi serta program, dengan selalu mengandalkan hoax dan black ekonomi tidak akan pernah melahirkan mahakarya negarawan.Kemiskinan strategi serta program membuat oposisi sebagai salah satu elemen penting dalam membangun negara demokrasi yang kuat menjadi sirna.

Beroposisi politik adalah seni.Seni melakukan check and balances.Melakukan kegiatan pengawasan atas kekuasaan politik yang bisa keliru dan bisa benar.Seni mengkritik , dan mengoreksi ( bukan seni hoax atau fitnah.)kebijakan pemerintah yang tujuannya adalah untuk kepentingan rakyat.Bukan saja koreksi tetapi memberikan alternatif kebijakan dari apa yang dilakukan pemerintah.Loyal terhadap sistem dan tatanan yang disepakati bersama bangsa Indonesia dengan dasar negara yang jelas dan tepat” Pancasila!” dalam bingkai kebhinekaan.

Baik oposisi maupun kuasa yang memerintah keduanya mengabdi pada mandat rakyat.Rakyat adalah sang pemilik sejati kekuasaan dalam negara demokrasi.

Oposisi yang bermartabat adalah oposisi yang mampu membangun sikap dan karakter ” kritis konstruktif!”Fungsi checks and Balances terhadap eksekutif berjalan secara sehat.Ketika kekuasaan melakukan kekeliruan ,peranan oposisi adalah mengoreksi dan memberikan alternatif perlawanan yang elegan.Begitupun sebaliknya ketika kekuasan menjalankan fungsinya secara benar, oposisi harus menerima dan mengakuinya.Semestinya demikian!

Tetapi yang terjadi adalah kelaziman.Oposisi tidak mengakui capaian pemerintah.Penilaian yang cenderung negatif terhadap apa pun yang dilakukan.Penuh dengan strategi dan intrik yang mencari dan mengemukakan kekurangan,bahkan cenderung mencari kelemahan,disampaikan kepada publik.Oposisi yang miskin strategi dan program memakai hoax untuk mencapai tujuan yang diinginkan.Hoax SARA! hoax hantu PKI dll, yang belum dapat dibuktikan kebenarannya.Propaganda berita hoax semakin gila dengan adanya era digital.Apalagi saat ini untuk masyarakat Indonesia, berita hoax dan propaganda demi kekuasaan dan uang sangat laku keras.

Menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, pengguna internet di Indonesia selama tahun 2016 mencapai 132 juta orang.Hoax dan propaganda negatif sangat laku untuk target market negara berkembang yang pendidikannya rendah,malas membaca,mudah percaya,dengan mudah dapat diadu domba.Diperlengkapi lagi dengan budaya orang Indonesia yang bangga ketika mereka dapat menyebarkan berita pertama kali. Baik itu berita benar maupun tidak benar.Ditambah lagi dengan budaya masyarakat Indonesia yang gemar berbagi cerita lewat Whats-App dll.

Keruhnya situasi politik, dilakukan oleh operator profesional yang menggandeng radikalisme agama,kaum oportunis,politisi busuk,pebisnis yang tidak lagi bisa melakukan korupsi akibat kebijakan pemerintah, kaum sakit hati,elit politik yang berkepentingan,team sukses tertentu.Miskin strategi dan program dari kelompok oposisi ,dapat menciptakan trik Black Ekonomi.Sasarannya akar rumput.Masyarakat ekonomi kelas menegah kebawah.Trick Black Ekonomi adalah menguasai kartel pangan dan logistik pokok sehingga harga- harga tidak terjangkau masyarakat.Pemerintah juga harus tanggap untuk masalah ini dan secara khusus tarif listrik yang sangat menguras dan memberatkan ekonomi masyarakat menengah kebawah.Permainan harga komoditi : daging,beras,cabai ,garam dll memperkeruh ekonomi sehingga masyarakat tidak percaya kepada pemerintah.

Dilema oposisi dalam pemerintahan Indonesia adalah dampak dari sistemic sistem kepartaian.Yang cenderung menghalalkan segala macam cara untuk kepentingan dan tujuan ” tertentu!”. PR bagi partai- partai untuk semakin membenahi diri.

Dengan adanya peran oposisi yang kritis konstruktif kita harapkan munculnya wawasan yang mencerahkan tentang cara pengelolaan negara.Oposisi yang kritis konstruktif akan melahirkan mahakarya negarawan yang hebat dan tangguh .Bukankah seorang Jokowi lahir dari oposisi yang tangguh?mahakarya negarawan yang hebat dengan gaya kerja yang gesit tidak kenal menyerah,merakyat,sederhana,
telah membawa angin segar dalam berdemokrasi.

Jangan terjebak dengan propaganda yang miskin strategi dan program, sehingga tidak mampu menampilkan kehidupan bernegara yang sehat.Kualitas oposisi yang kritis konstruktif harus ditemukan dan dipertahankan sehingga selalu bermunculan pemimpin baru ” mahakarya negarawan sejati!” yang mengabdi sebagai pelayan masyarakat! membawa Indonesia semakin lebih baik kedepan

Popular

To Top