Cerpen

Liburan panjang, berefek fluktuasinya rasa

Foto : AliExpress

Oleh: SMH

Situasi yang mengharuskan manusia untuk menghirup tanah kelahiran, masa kenangan di waktu kecil, sebagai mahluk dilahirkan dengan keadaan suci, ingin menjemput kerinduan, halaman halaman kecil, boleh kita sebut rumah kita.

Sebagai manusia perantau liburan menjadi harapan semua orang diseluruh penjuru dunia, apalagi di indonesia punya tradisi mudik (pulang kampung) tak terkecuali mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi, punya rasa yang sama, ingin berbagi kebahagia di kampung halamanya.

Kerundung merah, tentu juga punya kerinduan, apalagi dia seorang santri yang punya kebiasaan liburan meskipun bisa di hitung jari dalam satu tahun, mungkin bisa kita sebut dua kali setahun. Tradisi itu lah menjadi kuat didalam dirinya, sehingga liburan semesterpun berlaku sama dengan liburan pesantren, hanya ingin mengobati kerinduan, itu saja!

Yogjakarta lumajang itu perjalanan, cukup panjang dan melelahkan, tapi itu semua musnah dengan kata “liburan panjang”, waktu di perjalanan dia lupa yang terjadi selama ini, dia fokus pada dinding tembok rumahnya, fokus pada pintu rumahnya. Lantas dimana rasa yang selama ini,entah kita sebut singgah, atau seperti kucing nabrak piring, hanya suara yang terdenger? Apakah melupakan hal-hal yang terjadi itu seperti air yang mengalir?

Dalam hidup ini yang ada cinta dan kasih sayang, antara kelembutan dan kekerasan, yang terpatri dalam diri seseorang yang selalu menjadi hukum dialektika yang tak habis habis. Kerudung merah yang begitu jelita dan mempesona membawah hasrat begitu dalam, bukan hanya untuk di kenang, tetapi untuk di miliki.

Cinta Pertama”, Maxim Gorky, kata katanya pun, menarik “Terimalah upaya yang keseksian ini untuk melumpuhkan hatimu”. Mengagumi sosok perempuan yang cantik jelita, di bekali pengetahuan yang sangat luar, dan kekuatan hati yang begitu besar, dia menaruh cinta yang sangat dalam cinta pertama, dan perempuan pertamanya. Fakta berbalik, apa yang terjadi sama kerudung merah, bukan cinta pertama, dia tidak suka berbicara revolusi, dia tidak mengenal itu, pengetahuannya tentang agama dan agama, dia tidak punya seperti cita cita kartini, dan tidak punya impian besar seperti novel ibunda bagi dirinya dan anak- anak.

Kembali kepada musim liburan, dia menikmati keindahan dan segala kesejukannya, rasa kepalang pun terus terjadi, menimbulkan gejolak luar bisa, berefek turun naik rasanya, seperti ombak pasang surut, terus menerus terjadi. Kejadian itu membuat kita ada batas, dan bisa di bilang batas itu kita ciptakan, dan berujung pada sebuah kesenjangan rasa.

Cerita ini belum selesai, tunggu seri berikutnya

Popular

SerikatNews.com adalah portal media Online, sebagai wadah media kritis anak bangsa yang menerjemahkan visi, mencerahkan itu sebagai keharusan, menyajikan tulisan-tulisan jernih dan transfomatif. SerikatNews.com merupakan media yang menyajikan berita-berita yang terpercaya sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Media SerikatNews.com bergerak diranah kampus bermaksud untuk membangun secara kolektif nalar kritis mahasiswa yang hari ini sudah banyak terkoptasi dengan dunia hedonisme. SerikatNews.com tidak memihak terhadap kepentingan satu golongan baik ras, suku, partai politik bahkan agama! Salam Tim Redaksi SerikatNews.com.

Copyright © 2017 Serikatnews.com - All Rights Recerved

To Top