News

Madu MQ, Kolaborasi Madu Murni dan Khataman Al Quran

Foto: Arif Kusuma F

BANTUL, Serikatnews.com – Madu MQ merupakan madu murni yang sudah dibacakan Khataman Al Quran. Khasiatnya dapat menyembuhkan segala penyakit manusia yang di badan maupun jiwa.

Pemilik Madu MQ, Abdul Haris mengatakan, madu murni tersebut berasal dari Provinsi Banten dengan hidrogen rendah, sehingga semua umur bisa mengonsumsi. “Bayi yang baru lahir, itu aman mengonsumsi asal tidak berlebihan,” katanya kepada Harian Bernas di Wonokromo 2, Rabu (3/5).

Asal mulanya, Haris trinspirasi dari air Khataman Al Quran (KHQ) yang diproduksi oleh salah satu pondok di Kudus yang dikelola oleh seorang kiai. Air KHQ berasal dari pegunungan yang sudah diproses dan dibacakan khataman Al Quran.

“Kalau air kan sudah ada, terus saya pinginnya cari yang lain. Saya menemukan inspirasinya pas saya ngaji di kitab Sunan Ibnu Majah, yang isinya ‘kalau kamu sakit berobatlah dengan madu dan Al Quran’. Itu Nabi Muhammad yang bilang. Nah terus saya buat terobosan madu MQ ini,” ujar Haris.

Lelaki yang masih Mondok di Kudus ini, baru menjalankan bisnis madu MQ-nya sekitar dua tahunan. Menurutnya, jika madu murni biasa sudah banyak yang menjual, sehingga madu MQ ini, ingin Haris angkat ke tengah-tengah masyarakat.

“Madu ini saya jamin ini asli, kalau nggak asli pasti banyak yang protes. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada yang komplain, semoga tidak ada. Soalnya saya mengamalkan sendiri dengan minum sendiri,” kata bapak dua anak ini.

Madu ini bisa didapatkan di rumahnya di Wonokromo 2/RT 04, Wonokromo, Pleret, Bantul, DIY. Pemasarannya madu MQ selama ini ada dua jalan, yakni via online dan darat. Via online seperti facebook, instagram, whatsapp dan sebagainya. Kalau darat seperti menawarkan ke pondok-pondok, majelis ta’lim, dan pengajian-pengajian akbar.

Dia bersyukur, respon masyarakat positif dan pelanggan selalu ada. “Kalau via online, ada pembeli dari Papua, Manado, Balikpapan, Riau, dan sebagainya. Kebanyakan dari media sosial. Untuk darat pemasarannya masih ¬†sekitar wilayah DIY,” tutur Haris.

Ada momen yang tidak terlupakan oleh Haris, ketika Madu MQ-nya dibeli oleh orang Manado yang beragama Nasrani. Tidak tanggung-tanggung, orang Manado itu memesan 10 botol.

“Karena waktu itu yang tersedia hanya delapan, saya kirim delapan botol. Istrinya mengidap insomnia, sehabis rutin meminum madu MQ secara rutin, insomnianya sembuh,” kata Haris.

Haris mengaku, untuk meyakinkan para calon pembeli, terutama via media sosial, dirinya memberitahu apa adanya, bahwa madu tersebut asli, bukan campuran serta madu tersebut ada berkah khataman Al Qurannya.

“Madu MQ memang dibacakan Al Quran 30 Juzz. Kebetulan saya dan istri saya hafal Al Quran. Kalau ijazahnya diamalkan, yakni baca sholawat 3 hingga 10 kali sebelum minum madu MQ,” ujar Haris.

Haris meyakinkan, Madu MQ sudah lolos di lab kesehatan di wilayah Bantul. Madu itu pun sudah dapat izin produksi dari pihak berwenang di wilayah Bantul.

“Jadi sekarang sudah tenang kalau mau jual dan ngirim-ngirim ke luar daerah. Satu yang masih kurang, adalah tempat khusus untuk produksi yang steril. Kedepan mau cari tampat itu. Kalau saat ini saya belum bisa, karena masih bolak balik Bantul-Kudus,” kata Haris. (Arif K Fadholy)

Popular

To Top