Mantan Wakabin Said Ali Disebut Pantas Jadi Cawapres Jokowi 

426

SERIKATNEWS.COM- Peluang kedua Capres Jokowi dan Prabowo Subianto untuk kembali bertarung seperti di Pilpres 2014 besar terjadi.

Namun, kini kedua capres itu tengah sibuk mencari cawapresnya masing-masing. Dan menjadi fenomena menarik adalah munculnya nama mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As’ad Said Ali yang dianggap layak mendampingi Jokowi.

Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane pun menyakini bahwa saat ini ada dua nama tokoh berlatar belakang intelejen ikut disebut tepat masuk dalam bursa cawapres Jokowi 2019.

Yakni Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan dan mantan Wakil Kepala BIN As’ad Said Ali.

“As’ad Said Ali masuk lagi, ini menjadi suatu fenomena menarik, dua tokoh intelejen masuk dalam bursa cawapres. Ini sangat menarik,” kata Neta, dalam acara diskusi di UP2YU Cafe and Resto, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Lebih lanjut, Neta berpesan agar tokoh intelijen berlatar belakang ulama NU itu perlu disosialisasikan super cepat jika hendak masuk ke bursa Cawapres Jokowi.

“Nama As’ad baru-baru ini muncul dan jika hendak mau maju, dia perlu sosialisasi super cepat masuk ke bursa yang serius,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai As’ad Said Ali pantas menjadi cawapres Jokowi lantaran selain pernah menjabat sebagai Wakabin juga merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan representasi umat Islam. Kata dia, As’ad Ali adalah pemimpin nasional yang memiliki paradigma, karakter, dan visi yang sesuai dengan ajaran Islam, berkualitas iman dan taqwa, representasi umat Islam juga dari kalangan santri.

“Dari kalangan partai ada nama Airlangga, Puan Maharani, Muhaimin Iskandar, Romahurmuzy, dari non partai ada Sri Mulyani, Susi Pujiastuti, sedangkan dari kalangan kepala daerah ada nama Ridwan Kamil, Tri Rismaharini danTuan Guru Bajang. Sedangkan dari latar belakang intelijen ada nama Budi Gunawan dan As’ad Said Ali yang juga sebagai tokoh NU,” tuturnya.

Baca Juga:  Hendri Satrio: Tiga Nama Terkuat Pengganti Setnov

Menurut Karyono, pentingnya cawapres Jokowi dari latar belakang intelejen lantaran saat ini ideologi transnasional sedang meneror dunia termasuk Indonesia. Sehingga diperlukan pihak yang mampu mengcounter perihal tersebut.

“Kalau ditanya layak, ya layak. Justru Rusia maju karena dipimpin orang intelejen 2 priode. Justru rusia di bawah Vladimir Putin lebih maju, lebih stabil dan kuat setelah Rusia mengalamai kemunduran akibat runtuhnya Uni Soviet pasca perang dingin” pungkasnya.