Menjadi Indonesia

186
Foto: Maria Manao
Foto: Maria Manao

Oleh: Maria Manao

Beberapa hari yang lalu Indonesia merayakan hari lahir Pancasila, hal yang tak lazim dilakukan di negeri ini. Dan baru tahun ini hari lahir Pancasila dijadikan libur nasional. Untuk merayakannya banyak netizen yg memasang foto gabungan dirinya dengan tulisan “Saya Indonesia, Saya Pancasila” Tapi yg menjadi pertanyaan, sudahkah kita benar-benar Menjadi Indonesia?

Menjadi Indonesia berarti menggali semua potensi yg kita miliki untuk kemudian dikembangkan dan diberikan untuk Indonesia dengan harapan kita dapat menjadi “mercusuar-mercusuar kecil” di lingkungan kita. Di tengah-tengak konflik dan masalah yang setiap hari menjadi santapan kita, apakah kita hanya mampu mengatakan Saya Indonesia?

Menjadi Indonesia bagi saya berarti aktif menumbuhkan kesadaran dalam diri saya untuk aktif dan peduli membantu sesama yg terpinggirkan. Menjadi Indonesia bagi saya berarti mampu kembali ke masyarakat ketika saya berpendidikan tinggi. Menjadi Indonesia bagi saya juga berarti saya harus mampu mengajak teman-teman saya yg lain untuk aktif berkontribusi bagi Indonesia-nya.

Masalah yang kita hadapi setiap zamannya berbeda. Jangan sampai jargon “Saya Indonesia, Saya Pancasila” hanya euforia semata. Indonesia butuh kita, mari berkarya. Mari Menjadi Indonesia yang sesungguhnya.

*Penulis adalah mahasiswi Akuntansi Universitas negeri Medan.

Baca Juga:  Ke Arab Saudi, Presiden Jokowi Hadiri Arab Islamic-American Summit