Monkey D. Luffy, Gus Dur Dan Kemanusiaan kita

529

Oleh: Hilful Fudhul

Siapa yang tidak mengenal nama besar dan tokoh utama di anime Jepang One Piece ? ya, Monkey D. Luffy merupakan satu diantara berbagai tokoh di anime One Piece. Berlatar belakang bajak laut, anime ini sendiri berawal dari kecintaan Oda yang pengarang One Piece terhadap bajak laut. Kecintaannya itu menjadi imajinasi untuk membuat anime One Piece. Di dunia nyata pun kita sudah banyak mengenal bajak laut, apalagi saat bangsa-bangsa didunia mulai mengenal laut.

Ada banyak hal yang bisa kita ambil dari anime ini salah satunya ialah pemahaman Luffy terhadap kebebasan. Sepertinya kita sudah mendengar kata-kata Luffy bahwa ia tak perlu menaklukan siapapun dan menaklukan lautan, aku hanya ingin bebas dan raja bajak laut adalah orang yang paling bebas di lautan ini. Ini lah konsep kebebasan salah satu tokoh di One Piece, berbeda dengan bajak laut lain yang menginginkan tahta raja bajak laut untuk menaklukan seluruh lautan di semesta One Piece.

Luffy mengganggap bahwa kebebasan didapat bukan dengan penaklukan atas orang lain, melainkan sebaliknya ia menginginkan kebebasan dilautan dengan selalu menjaga cita-cita kru nya dan siapapun yang dianggapnya teman. Luffy selalu saja memiliki pemaknaan lain atas apapun yang terkesan unik dan jelas berbeda dengan bajak laut lainnya. Di saat banyak orang yang menginginkan tahta bajak laut untuk menguasai dunia, maka Luffy sebaliknya kebebasan yang dia inginkan hanya persoalan mengarungi lautan, mencari persahabatan dan bukan permusuhan.

Kadang kala ini juga terjadi di kita pada dunia nyata, orang-orang banyak beranggapan bahwa kebebasan itu erat dengan kekusaaan. Dengan adanya kekuasaan penuh maka ia menganggap bebas untuk melakukan apapun atas siapapun, seperti menindas orang lain yang lemah, merampak hak dan kebebasan orang lain. Sikap Monkey D. Luffy ini mengingatkan pada sosok figur guru bangsa yaitu KH. Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan sapaan Gus Dur, kata-katanya yang paling penulis ingat adalah tidak ada jabatan yang dipertahankan mati-matian atau yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan. Sejalan dengan ini pula Luffy sebagai salah satu tokoh yang menginginkan kebebasan tanpa harus memaksakan dan menindas orang lain.

Baca Juga:  ​Raker Gatika: Meneguhkan Gerakan Anti Narkoba di Kampus

Sikap unik ini selalu saja ditunjukkan oleh dua tokoh pada imajinasi Oda sang pengarang yang digambarkan melalui sosok Monkey D. Luffy sebagai kapten dari bajak laut topi jerami, sosok kedua adalah Gus Dur yang selalu memiliki sikap dan pemahaman yang unik. Terkesan sederhana memang konsep kebebasan Luffy, akan tetapi ini menjadi kritik atas pemaknaan kebebasan yang kita miliki. Luffy sendiri menginginkan kebebasan tanpa ada intervensi siapapun, tanpa gangguan, jika pun ada halangan atas prinsipnya itu maka ia tak segan-segan menantang siapapun yang menghalanginya seperti kejadia di Enies Loby salah satu daerah pusat komando pemerintah dunia, sebagai seorang kapten yang salah satu kru nya ditanggap oleh angkatan laut Luffy hanya bermaksud untuk mengambil kembali temannya walaupun harus menantang pemerintah dunia dengan membakar bendera sebagai lambang keadilan dan kekuasaan pemerintah dunia.

Luffy hanya ingin berlayar bersama kru nya untuk meraih cita-cita masing-masing kru, Luffy hanya ingin menjadi orang paling bebas dilautan. Kekuasaan bukanlah segalanya jika kemanusiaan dilanggar ini adalah sikap yang ditunjukkan oleh Luffy ketika memukul salah satu kelas paling tinggi dijagat One Piece yaitu Tenriyobito.

Luffy tak mengenal walau Tenriyobito itu adalah bangsawan dunia, jika kemanusiaan dilanggar dengan memperbudak manusia, memperjual belikan manusia adalah hal yang tidak sejalan dengan prinsip Luffy, maka ia pun menantang dan menghajar Tenriyobito. Sikap ini selalu saja melekat pula disosok Gus Dur yang menurut penulis sebagai salah satu tokoh yang tak pernah takut apapun selain dari melanggar prinsipnya dan yang terpenting keyakinannya. Walau Gus Dur memiliki keterbatasan fisik akan tetapi tidak pada pemikirannya yang luas itu, keberanian menyelesaikan masalah dan mengambil sikap walaupun itu akan menggeserkan kursi kepresidenannya sekalipun.

Baca Juga:  Jokowi Didukung Menuntaskan Agenda Reformasi

Kita perlu belajar dari Gus Dur dan Luffy, pemikiran yang unik dan cemerlang yang selalu saja mereka tunjukkan pada dunia. Gus Dur memang telah tiada bersama kita, akan tetapi seluruh pemikiran beliau akan selalu hidup kepada siapapun yang menjaga kemanusiaan.

*Penulis Pecinta Anime One Piece