Nin

319

Nin

I
Karena sejak lincah tanganmu
menari dengan irama angka,
tuts rumus, serta suara yang
mencoba mengeja eksakta
sore itu, tanpa ragu

Gravitasi mengapa kurasa mereda
tetiba?

Tapi kupilih untuk
tidak menerka-nerka
tapi kubuat aku agar
tampak biasa saja.

Walau ada yang semakin berjarak
dan ada yang mencoba
mengalkulasikan jejak.

II
Karena bila yang terlihat
adalah fana, kubuktikan kau
kuajak melihat tarian tanganmu
sendiri, lagi, waktu itu:

lalu apa yang istimewa dari
tangan? atau angka-angkakah
penyebab gravitasi ini tak lagi pasti
dan tak berlaku padaku
sesorean yang bagitu cepat itu?

III
Ini bukan dalih, namun hanya pekabar
tentang tanganmu yang ketika kudekati
kulihat sebuah pintu, di dalamnya lorong
panjang penuh dengan cermin.

Aku diam, berdiri membakar sekam, di depan
pintu tanganmu, sambil melihat orang-orang
yang terurai tubuhnya perlahan
di ujung lorong itu, di saat tanganmu menari.

Lalu bisakah jika terka
digunakan dalam angka-angka
untuk sekedar memastikan
jumpa apakah yang singkat itu?

atau,
lupakan saja

Baca Juga:  Puisi-Puisi Ivan Aulia