Pahlawan Devisa (1)

174
Foto: Dok, Pribadi.
Foto: Dok, Pribadi.

Oleh: Okti Muktini Ali*

Oh, anakku…
Bunda  pilu  nan rindu
Jauh merantau di negeri  orang
Bekerja siang dan malam
Dari jelang subuh hingga tengah malam
Melayani dan merawat majikan  tanah seberang

Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun
Lelah tak terhingga, tak juga terbilang

Belajar  yang rajin anakku
Kelak dewasa berbaktilah pada negeri dan bangsamu

Bunda dan berjuta-juta
Perempuan merantau jadi TKI
Malaysia, Hongkong, Arab Saudi
Cari sesuap nasi dan  masa depan
Karna di negeri sendiri
Tlah hilang asa dan habis ladang  pekerjaan

Negara juga bilang
Demi devisa, bunda juga pahlawan.
Yogyakarta, 24 Februari 2010

*Penulis adalah Alumnus AF UshuluddinIAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta th 1992, Mantan aktivis PMII cabang Yogyakarta, Sekretaris KNPI DIY dan Wakil Ketua PW Fatayat NU DIY, Okti adalah fungsionaris PW Muslimat NU DIY. Usai kuliah lama jadi dosen STITY, aktif di LSM . Kini ibu 1 orang putri dan 5 orang putra hasil pernikahannya dengan almarhum Angger Jati Wijaya ini adalah penyiar radio di salah satu stasiun radio swasta di Jogjakarta.

 

Baca Juga:  Peran dan Tantangan Pemuda di Era Generasi Milenial