Panggung Rakyat: Kartini Menjaga Bumi

109
Foto :Redaksi
Foto :Redaksi

Yogyakarta,serikatnews.com-Gabungan organisasi adakan panggung rakyat dengan tema “Kartini Menjaga Bumi” aktivis gerakan sosial, gerakan perempuan, dan organinasi kedaerahan dalam rangka merespon hari Kartini dan hari bumi, acara ini berlangsung pada hari Sabtu, (6/04) yang bertempat di parkiran terpadu, Fakultas Tarbiyah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Kartini sebagai tonggak awal kebangkitan nalar kesetaraan bagi manusia bumi putera.Ia lebih dikenal melalui korespondensinya dengan perempuan-perempuan Eropa yang berbicara tentang hak asasi perempuan sebagaimana manusia pada umumnya (red: laki-laki)”, Ujar Icha Sulaiman, Koordinator Umum acara.

Selain itu icha, juga menambahkan kartini secara historis memang lahir di budaya konstruksi patriarki. Meskipun lahir di lingkungan sistem hirarki kepemimpinan yang menyudutkan posisi perempuan, kartini tetap dengan semangat keseteraan perempuannya. Dilahirkan dari kaum proletar yang berada dibawah kekuasaan borjuis berwajah konstruksi kebudayaan tak menghalangi dia untuk melebarkan sayap melalui tulisan-tulisan yang menjunjung tinggi pengarusdayaan sumber daya perempuan.

Salah satu orator dalam acara tersebut juga menegaskan “Panggung Budaya Kartini Menjaga Bumi” ini hanya sekedar secerca keringat kami dalam menumbuhkan kesadaran jiwa kartini dan ibu Bumi. Teatrikal kami hanya menggambarkan bagaimana ibu bumi diperlakukan tidak adil, untuk memberikan kesadaran bahwa ibu bumi kami menderita. Orasi budaya kami hanya melantangkan suara sayup-sayup yang ingin bukan hanya didengarkan, tapi digemakan untuk perang terhadap sistem hirarki yang menyiksa ibu kami.

“Musik kami hanya melantunkan nada tangisan tetes keringat sisa-sisa perjuangan ibu kartini. Pembacaan puisi dan surat kartini kami hanya bentuk ekspresi kami mengingat jasa kartini terhadap ibu bumi. Tarian kami bukan gecak gempita dalam penderitaan ibu bumi, tapi wujud kepedulian kami dalam gerakan pengingat, penghormatan serta pengabadian perjuangan Ibu Bumi Kita Kartini, apresiasi terhadap para pejuang yang hadir dalam panggung budaya ini. Tetes keringat ini tak sia-sia, usapan dari angin adalah bukti kehadiran ibu ekologis yang  kalian perjuangkan. Terima Kasih ibu kartini. Terima kasih ibu Bumi”, tutup icha. (Amin)

Baca Juga:  Pelantikan PMII Cabang Jakpus: Jakpus adalah Jatungnya Gerakan