Pemuda Blitar Beradu Gagasan Praktek Pancasila

32

SERIKATNEWS.COM- Pada acara Sosialisasi 4 Pilar MPR di Blitar, Eva Sundari anggota MPR Fraksi PDIP melempar tantangan kepada peserta untuk berlomba adu gagasan praktek Pancasila. Kepada para peserta diminta berdiskusi kelompok dan menyampaikan konsep singkat usulan program berbiaya murah. Selasa, Blitar (4/12/18)

Berbagai respon mengejutkan dan membanggakan dari peserta. Kelompok dari PMII misalnya, mengajukan gagasan program “Kalender Pangan”. Program ini dilakukan dengan mendorong anggota komunitas menanam berbagai jenis pangan secara spesifik sesuai clusternya masing-masing untuk dapat saling melengkapi kebutuhan keluarga lainnya. Menurut mereka program ini merupakan praktek sila 3 Pancasila dengan indikator bahwa bangsa kita bisa memaksimalkan potensi dan menghargai hasil karya kita.

Kelompok Karang Taruna memunculkan gagasan penyelesaian masalah sampah di Kelurahan maupun Desa. Sampah unorganik diolah jadi energi sedangkan yang organik untuk pembuatan kompos. Program ini akan merupakan perwujudan sila 5 dengan indikator mengembangkan sikap saling tolong menolong.

Sosialisasi yang dibuka oleh Ketua DPRD Kab Blitar, Suwito Saren Satoto tersebut diikuti oleh 150 peserta terdiri dari utusan ormas mahasiswa (PMII, GMNI, BEM) dan ormas pemuda termasuk Karang Taruna. Mereka menggabungkan diri membentuk Forum Masyarakat Peduli Pendidikan yang merisaukan infiltrasi paham radikalisme ke dalam dunia pendidikan.

Eva Sundari, dalam penjelasannya menegaskan keunggulan Pancasila sebagai sumber inspirasi dan orientasi untuk menciptakan kemajuan-kemajuan. “Sebagai ideologi nasionalis religius yang inklusif, penghayatan Pancasila bisa mengantar kita untuk mempunyai kecerdasan lengkap yaitu kognitif, emotional dan spiritual. Ini modal untuk menghadapi masa depan,” jelas Eva Sundari.

Pembicara kedua, Erma Susanti dari organisasi Women Youth and Development Institute (WYDI) mengingatkan pentingnya untuk membuat Pancasila sebagai living ideology (ideologi yang hidup). “Nilai-nilai Pancasila harus menjadi roh dalam kegiatan kita sehari-hari. Artinya ya praktek bukan hanya teori. Praktek harian di sekolah, tempat kerja, keluarga, kantor pelayanan publik hingga ke pemerintahan,” tantang Erma Susanti bersemangat.

Baca Juga:  Bertemu Presiden Trump, Presiden Jokowi Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Penanggulangan Terorisme

Berbeda dengan anggota MPR yang lain, Eva Sundari dan Erma Susanti akan menindaklanjuti gagasan-gagasan progresif para peserta dengan cara dibimbing untuk menjadi project-project prototype yang sederhana. Harapannya, para pemuda akan menjadi millenial sejati yaitu mampu membuat project untuk perubahan sosial dengan gotong royong (kolaborasi), menggunakan IT dan bernilai sosial-ekonomi.